oleh

Pilrek Unila Diharapkan Bersih Money Politics

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung berharap pemilihan rektor Universitas Lampung yang akan dihelat Desember mendatang bersih dari praktek money politics.

“Terkait isu yang berkembang saat ini, soal dugaan ada indikasi suap menyuap atau money politik dalam pemilihan calon rektor Unila, kita sebagai masyarakat Lampung dan saya sebagai Sekretaris Komisi V DPRD Lampung sangat berharap pemilihan rektor ini betul – betul dipilih secara murni dan benar,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas, di ruang kerjanya, Rabu (30/11).

Untuk itu, Politisi Gerinda Lampung ini berharap jika pemilihan rektor Unila dapat dilakukan dengan cara yang murni dan layak untuk dipilih, agar tidak merusak dunia pendidikan khususnya di Provinsi Lampung.

“Kita pilih orang yang memang pantas menjadi rektor, bukan karena permainan atau faktor kedekatan. Karena yang menjadi rektor ini nantinya orang yang layak dan memiliki rekam jejak yang jelas,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, jika isu yang berkembang saat ini benar adanya money politik, dirinya meminta APH untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

“Karena masyarakat Lampung menginginkan Unila bisa lebih maju. Mudah – mudahan isu yang berkembang saat ini soal adanya money politik tidak benar, jika benar memang adanya saya berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat mengejar persoalan itu agar praktek – praktek seperti itu tidak terjadi lagi di dunia pendidikan,” pungkasnya.

Diketahui, delapan bakal calon rektor Unila periode 2023 – 2027 telah resmi mendaftar. Kedelapannya juga merupakan akademisi Unila.

Mereka adalah Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Murhadi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Asep Sukohar, Wakil Rektor Bidang PKTIK Prof. Suharso, Ketua LP3M Prof. Lusmeilia Afriani.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Nairobi, Dosen Fakultas Hukum Prof. Dr. Hamzah,  Kepala UPT PKLI Dr. Ayi Ahadiat, dan Dosen FEB sekaligus Kepala Program Studi S-2 Magister Ilmu Ekonomi (MIE) Unila Dr. Marselina. (*).