oleh

2023, PLN Target Seluruh Desa Teraliri Listrik

Harianpilar.com, Bandarlampung – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menargetkan semua desa yang ada di Provinsi Lampung bakal teraliri listrik pada 2023 mendatang. Saat ini, dari 2.640 desa yang ada di Provinsi Lampung, terdapat 15 desa yang belum teraliri listrik.

Hal tersebut diungkapkan Senior manager PLN UID Lampung Wahyudi kepada awak media dalam kegiatan media gathering di Rumah Makan Kayu Bandarlampung, Selasa (29/11).

Menurut Wahyudi, sebaran wilayah yang sudah dialiri listrik di Provinsi Lampung sudah mencapai 99,5 persen, sisanya terdapat 15 desa dari 15 kabupaten kota yang belum teraliri listrik.

“Hal ini ditargetkan pada 2023 mendatang, 100 wilayah akan teraliri listrik,” ungkapnya.

Dengan begitu, dirinya berharap semua masyarakat yang ada di daerah kabupaten perdesaan bisa mendapatkan berbagai manfaat dan kemudahan layanan PLN.

“Tentunya PLN akan selalu merespon dan memberikan pelayanan terbaik untuk calon konsumen agar mendapatkan kemudahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” paparnya.

PLN, kata dia, tidak hanya mendukung sektor pertanian namun ke semua sektor, baik pariwisata, pertenakan, maupun ekonomi.

“PLN selalu berkomitmen dan siap hadir di semua sektor dengan memperluas dukungan listrik yang lebih hemat biaya. Agar calon konsumen bisa merasakan manfaat dan kemudahan dalam penggunaan energi listrik,” jelasnya.

Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Lampung Baduzaman menerangkan, saat ini rasio desa berlistrik dari 2.640 desa, terdapat 15 desa yang belum dialiri listrik.

“Yakni, di Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat, wilayah lain sudah 100 persen,” ungkapnya.

Ia memaparkan, di Kabupaten Tanggamus Kecamatan Pematang Sawah, ada 8 desa yang belum berlistrik. Kemudian di Kabupaten Pesisir Barat ada 4 desa.

Selain itu, 2 desa berada di Lampung Barat yakni di Kecamatan Suoh, Lampung Tengah di Way Terusan, Way Udik. Dan ada juga di Kabupaten Waykanan serta Mesuji karena masuk kawasan register.

Desa-desa tersebut belum dialiri listrik karena tidak adanya akses jalan darat menuju desa tersebut, dan beberapa masuk dalam hutan kawasan yang tidak dibolehkan melakukan pembangunan.

“Tapi kita targetkan 2023 mencapai 100 persen, dengan syarat mendapatkan izin pembangunan di sana,” tandasnya. (*).