oleh

Jumat Diperiksa Sebagai Tersangka. Aom Beber Penyuap

Harianpilar.com, Bandarlampung – Mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof.Karomani yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri akan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada Jum’at (9/8) mendatang. Prof.Aom disebut akan membeberkan semua pihak yang melakukan penyuapan dalam penerimaan mahasiswa baru itu.

Kuasa Hukum Aom, Resmen Kadavi, mengatakan, klienya akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK pada Jumat. Pemeriksaan ini pertama kalinya dalam status klienya sebagai tersangka pasca OTT KPK.”Ya Jumat rencananya klien kami diperiksa sebagai tersangka. Ini pemeriksaan perdana pasca OTT,” ujar Resmen pada Harian Pilar, Selasa (6/8).

Menurutnya, klienya siap kooperatif dan mengikuti semua proses hukum di KPK agar masalah ini terang dan tuntas. Termasuk membuka semua pihak yang terlibat dalam masalah ini.”Ya klien kami sudah berkomitmen untuk kooperatif dan mengikuti proses hukum secara baik dan terbuka. Agar masalahnya terang. Termasuk membuka siapa saja yang terlibat,” ungkap Resmen.

Namun, lanjut Resmen, pihaknya juga akan menyiapkan langkah agar klienya mendapatkan keadilan dan persamaan hak dimata hukum, jangan sampai terjadi tebang pilih.”Tentu kami akan upaya pembelaan dan memastikan klien kami mendapatkan keadilan. Jangan ada tebang pilih. Siapapun yang terlibat harus diproses. Dan klien kami siap buka-bukaan,” tandasnya.

Disinggung apakah ada pejabat atau tokoh di Lampung yang terlibat, Resmen mengatakan, hal itu bagian dari materi penyidikan sehingga pihaknya tidak akan membukanya ke publik.”Kalau itu materi penyidikan, tidak etis kami buka. Yang jelas siapapun yang terlibat harus diusut, dan klien kami siap mendukung KPK mengusutnya hingga tuntas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melakukan upaya paksa penggeledahan dalam kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) jalur mandiri yang menyeret Rektor Unila Prof.Karomani. Dalam penggeledahan, lembaga anti rasuah itu mengamankan alat bukti berupa dokumen dan alat eletronik dari Rektorat Unila, Senin (22/8).

“Senin (22/8) Tim Penyidik telah selesai melaksanakan upaya paksa penggeledahan diwilayah Lampung. Lokasi dimaksud yaitu Kantor Rektorat Universitas Lampung,” terang Plt. Jubir KPK Ali Fikri, Selasa (23/8) lalu.

Dari penggeledahan, KPK menemukan dan mengamankan barang bukti. Diantaranya, sejumlah dokumen dan barang eletronik yang diduga dapat mengungkap terkait peran para Tersangka.

“Analisis dan penyitaan berbagai bukti tersebut segera dilakukan untuk kebutuhan pemberkasan perkara dari para Tersangka,” jelasnya.

Seperti diketahui, Karomani dan sejumlah petinggi Unila lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap. Dalam kasus itu juga menyeret pihak swasta, AD yang diduga sebagai pemberi suap. (Tim/J Hipni)