oleh

Menelisik Dugaan ‘Mainan’ Proyek Dinkes Tubaba

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Perealisasian sejumlah proyek milik Dinas Kesehatan Tulang Bawang Barat (Tubaba) tahun 2022 diduga kuat sarat mainan. Hal itu terlihat dari adanya dugaan pemecahan paket proyek yang memiliki jenis, sifat, lokasi serta waktu yang sama. Akibatnya pengadaan obat-obatan itu menggunakan metode penunjukan langsung (PL) bukan tender terbuka.

Dari dokumen dan penelusuran Harian Pilar, dalam pengadaan obat-obatan di Dinkes Tubaba tahun 2022, ditemukan Belanja Obat-Obatan yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) Kefarmasian terbagi ke dalam banyak paket proyek, dan ditemukan beberapa perusahaan yang memperoleh hingga tiga paket proyek sekaligus dalam sistem penunjukkan langsung itu tanpa ada penurunan penawaran atau negosiasi secara signifikan. Selain itu, dalam proses penunjukkan langsung itu selurunya peserta tunggal sekaligus menjadi pemenang, tanpa ada peserta pendamping.

Seperti PT. Kimia Farma Trading & Distribution. Perusahaan ini mendapat tiga paket proyek melalui sistem penunjukan langsung. Yakni Belanja Obat-Obatan (4) DAK Kefarmasian senilai Rp112.665.000.  Belanja Obat-Obatan (9) DAK Kefarmasian senilai Rp184.071.300. Belanja Obat-Obatan (10) DAK Kefarmasian senilai Rp196.953.960.

Kemudian, PT Adya Artha Abadi juga mendapatkan tiga paket proyek melalui penunjukan langsung. Yakni Belanja Obat-Obatan (8) DAK Kefarmasian dengan HPS Rp128.205.000. Belanja Obat-Obatan (7) DAK Kefarmasian dengan HPS Rp155.400.000. Belanja Obat-Obatan (15) DAK Kefarmasian dengan HPS Rp195.582.000.

Selanjutnya, PT.Elkaka Putra Mandiri juga mendapatkan tiga paket proyek. Yakni Belanja Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) 1 DAK Kefarmasian dengan HPS Rp153.875.807. Belanja Obat-Obatan (13) DAK Kefarmasian dengan HPS Rp144.897.801. Belanja Obat-Obatan (16) DAK Kefarmasian dengan HPS Rp190.875.267.(SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR. EDISI KAMIS 4 AGUSTUS 2022)

Komentar