oleh

DPRD Minta Perusahaan Beri Upah Tidak di Bawah UMP

Harianpilar.com, Bandarlampung – Terkait telah ditetapkanya Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung sebesar Rp2.440.486, DPRD Provinsi Lampung mengingatkan perusahaan untuk tidak memberikan gaji karyawan di bawah UMP. Terlebih, kenaikan UMP yang hanya 0,35 persen membuat kecewa para pekerja.

“Kalau dilihat dari sisi kemanusiaan, ya tidak layak. UMP yang katanya naik seperti tak ada ubahnya,” ujar Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (23/11).

Namun, kata dia, penetapan UMP Lampung itu dirumuskan oleh tim terpadu sesuai dengan formula yang berlaku.

“Jadi mau nggak mau ya harus menerima. Makanya, saya minta agar perusahaan tidak menambah kekecewaan para karyawan dan buruh ini, harus memberi upah tidak di bawah UMP,” himbaunya.

Diakuinya, pihak Komisi V DPRD Lampung juga telah melakukan konfirmasi terkait penetapan UMP Lampung itu, apakah sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku atau belum.

“Sebelumnya kami sudah panggil pihak-pihak yang mengurusi hal ini, termasuk Disnaker. Jadi ada prosedur sesuai regulasi dan formulasi dalam menentukan UMP. Jadi mereka sudah benar dan tak asal menentukan,” jelas dia.

Dirinya berharap, ke depan tak ada perusahaan yang memberikan upah di bawah UMP.

“Semoga tak ada yang memberikan upah dibawah UMP. Jika ada akan kita beri sanksi sesuai prosedur. Mulai dari administrasi yang bersifat teguran, sampai pencabutan izin perusahaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung tahun 2022 hanya naik 0,35 persen atau Rp 8.484,61 dari Rp 2.432.001,57, yakni sebesar Rp 2.440.486,-. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/634/V/08/HK/2021 tertanggal 19 November 2021 tentang UMP Lampung 2022.

Beberapa pekerja di sektor swasta mengaku kecewa dengan putusan kenaikan UMP Lampung yang hanya di bawah satu persen.

Menurut Ridwan (45 tahun), pekerja pabrik makanan kemasan kenaikan Rp 8.000 dari upah lama tidak memberikan dampak yang signifikan untuk kebutuhan keluarga. (Ramona/JJ).

Komentar