oleh

Masyarakat Diharapkan Kritis Terhadap Pengawas Pemilu

Harianpilar.com, Bandarlampung – Masyarakat diharapkan dapat memberikan kritik terhadap pengawas pemilu. Hal itu diharapkan agar pelaksanaan pemilu ke depan pada tahun 2024 jauh lebih baik.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah dalam Sosialiasi Hasil Pengawasan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang digelar oleh Bawaslu RI dengan menghadirkan Anggota Komisi II DPR RI Ir. H. Endro Suswantoro Yahman, M.Sc di Hotel Sheraton Bandarlampung, Selasa (26/10).

Khoir – sapaan akrabnya – mengatakan, proses pemilu itu cukup dinamis dan tidak dapat menyenangkan semua orang. Namun, kata dia, Dalam pelaksanaan tahapan pemilu juga sering mendapatkan sebuah protes yang secara kelembagaan juga jadi sebuah ruang untuk menguatkan SDM Pemilu di tingkat Kabupaten/Kota.

“Saat ini kita sedang bersiap untuk tahapan pelaksanaan pemilu tahun 2024. Bawaslu memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan masukan bagaimana baik buruknya pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Bandarlampung maupun Bawaslu yang ada di Kabupaten lain di Provinsi Lampung,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan bahwa pihaknya akan semaksimal mungkin untuk menjalankan pemilu sesuai dengan regulasi, namun tidak ada kata sempurna. Menurutnya, Evaluasi merupakan bagian untuk merencanakan pemilihan kemudian pada tahun 2024 nanti.

“Pengawas pemilu kabupaten/kota semoga nanti akan sangat berfungsi dalam pengawasan pemilu tahun 2024 nanti. Dengan kecamatan dan kelurahan yang ada, masih kurang jika tidak ada kontribusi masyarakat. Regulasi mengatakan bahwa pengawas pemilu yang bertanggungjawab, namun tetap dengan keikutsertaan masyarakat secara luas,” paparnya.

Dikesempatan yang sama,  Ir. H. Endro Suswantoro Yahman, M.Sc menyampaikan bahwa pemilu dimasa pandemi akan tetap bisa menyelenggarakan dengan tanpa halangan apapun.

“Yang dapat dipetik dari Pemilu kemarin, dimana terdapat hal yang tak terduga dimana tingkat partisipasi tidak terlalu jauh (pandemi tidak menjadi alasan partisipasi pemilih untuk tetap melaksanakan pemilu dan pilkada),” ungkapnya.

Disampaikannya, ada beberapa hal yang harus di evaluasi dalam pelaksanaan pemilu kemarin, yaitu dilihat dari aspek regulasinya, dukungan pemerintah dan pemerintahan daerah (NPHD), kemudian sempat ditunda tapi kemudian dilanjutkan dengan protokol kesehatan yang lebih ketat.

“Apakah hasil pemilu sesuai dengan orientasi masyarakat dalam pemilihannya. Maka dari itu dibutuhkannya sebuah evaluasi agar pengawas menjadi lebih sempurna dan sederhana sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya lagi.

Kendati demikian, kata Endro, Bawaslu dalam hal ini sudah bertugas dengan baik yang dari tahun ke-tahun sudah semakin baik. Dari DPR Komisi II sudah cukup memberikan dukungan baik berupa anggaran yang tidak mengurangi sedikitpun anggaran yang diberikan dengan tujuan untuk menghasilkan pemilihan yang berkualitas.

“Dan kunci kesuksesan Bawaslu adalah bagaimana Bawaslu merekrut produksi-produksi SDM yang nantinya akan mengawasi Pemilihan yang ikut dalam pemilu yang demokratis,” tukasnya. (Ramona)