oleh

Berkas Korupsi DAK Pendidikan Tuba Dilimpahkan ke Pengadilan

Harianpilar.com, Tulangbawang – Kasus Dugaan Korupsi DAK Pendidikan 2019 akan segera dilimpahkan ke Pengadilan

Dalam waktu dekat Kejaksaan Negeri Tulangbawang segera melimpahkan kasus dugaan korupsi kegiatan fisik dana alokasi khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Tulangbawang tahun 2019 senilai Rp 49 miliar.

Dalam kasus itu, penyidik Kejari Tulangbawang telah menetapkan mantan Kadisdik Tuba Nassarudin sebagai tersangka.

Selain Nassarudin, ada tersangka lainnya berinisial GAN dari pihak swasta.

Kasi Intel Kejari Tulangbawang Leonardo Adiguna memastikan, saat ini tahap penyidikan kasus tersebut telah rampung.

Proses pelimpahan ke Pengadilan Negeri Menggala segera dilakukan setelah berkas selesai diteliti oleh jaksa peneliti Kejari Tulangbawang.

Menurut dia, saat ini proses pemberkasan masih diteliti oleh jaksa.

“Berkas sudah diserahkan dari jaksa penyidik ke jaksa peneliti. Tinggal menunggu hasil penelitian berkas oleh jaksa peneliti, apakah dinyatakan P-19 atau P-21. Kalau P-21, langsung kita limpahkan ke pengadilan,” terang Leonardo, Rabu (7/4/2021).

“Kalau proses penyidikan sudah selesai, tinggal menunggu hasil penelitian dari jaksa peneliti, karena prosedurnya begitu,” Ujarnya.

Dia juga mengatakan, dalam kasus itu pihaknya telah memeriksa 110 saksi, diperiksanya para saksi tersebut Ini bertujuan, guna mendalami adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan gratifikasi pelaksanaan pengelolaan DAK Disdik Tuba tahun 2019.

“Sudah 110 saksi yang diperiksa. Mayoritas kepala sekolah. Ada juga pihak dari Disdik. Penyidikan terus kita dalami,”Kata dia Leonardo.

Dia juga memastikan dalam waktu dekat akan segera melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke pengadilan setelah proses penyidikan dianggap lengkap dan rampung.

Ketika dilimpahkan ke pengadilan, terus dia, tersangka akan langsung ditahan.

“Secepatnya (pelimpahan). Mudah-mudahan sebelum Lebaran kasus ini sudah bergulir ke pengadilan,” Ujar Leonardo.

Leonardo menegaskan, pihaknya tidak mau terburu-buru untuk melimpahkan kasus ini ke pengadilan.

Sebab, diperlukan kejelian dan kehati-hatian untuk merunut jejak kasus ini.

Sebelumnya, Kejari Tulangbawang telah menetapkan GAN sebagai tersangka dalam kasus ini pada 11 Februari 2021.

GAN merupakan hasil pengembangan dari tersangka Nassarudin.

Terkait peran GAN dalam kasus ini, ia enggan membeberkan dengan alasan masih proses penyidikan.

“Berkembang terus dia (proses penyidikan). Masih periksa saksi-saksi,” papar Leo.

Dia juga mengatakan Sejauh ini, Leo memastikan kedua tersangka belum ditahan lantaran kooperatif.

“Belum (penahanan), Sepanjang ini dipanggil dua kali berturut-turut selalu hadir. Tapi sepanjang saat perjalanan penyidik merasa dibutuhkan kita tahan,”Kata dia.

Sebelumnya Kejari Tulangbawang menetapkan Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang Nassarudin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Nassarudin ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dana alokasi khusus (DAK) fisik sarana prasarana pendidikan tahun 2019 yang merugikan keuangan negara Rp 49 miliar.

Ini merujuk surat perintah penyidikan Kepala Kejari Tulangbawang Nomor 02/L.8.18/Fd.1/11/2020 tanggal 17 November 2020 dan surat perintah penyidikan perpanjangan Nomor 02/L.8.18/Fd.1/11/2020 tanggal 17 Desember 2020.

Dalam kasus itu, Kejari Tulangbawang juga telah mengirim surat kepada KPK terkait pemberitahuan penyidikan kasus dugaan korupsi dana DAK fisik sarana prasarana Disdik Tuba tahun 2019. (Rizal)

Komentar