oleh

Setor 200 Juta, Nuliana Minta Proyek Untuk Suaminya

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Lampung Tengah (Lamteng), Nuliana ternyata pernah meminta jatah proyek ke Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat, Taufik Rahman  dengan setoran komitmen fee proyek sebesar Rp 200 juta. Proyek itu direncanakan untuk dikerjakan oleh suami Nurliana.

Hal itu terungkap dalam sidang fee proyek dengan terdakwa mantan Bupati Lamteng Mustafa di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang,  Kamis (01/04/2021). Dalam persidangan, Nuliana yang hadir sebagai saksi menjelaskan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK bawah dirinya pernah memberi uang kepada Taufik Rahman dengan imbalan pekerjaan proyek. Awalnya Nuliana enggan berterus terang, namun pada akhirnya ia memaparkan bahwa ia sebelumnya memang meminta jatah proyek.

“Saat itu ada permintaan dari Pak Taufik selaku Kadis PU, pagi itu di awal tahun 2017 Saya ditelpon dia memberitahu bahwa ada permintaan dana,” ujar Nuliana.

Pernyataan Nuliana ini langsung direspons oleh JPU KPK.”Sebentar, ini tiba-tiba ada permintaan uang, atau saudara yang meminta ke Pak Taufik?” tanya JPU Taufiq heran memotong keterangan Nuliana.

“Ia Pak sebelumnya,” jawab Nuliana.

Mendengar keterangan tersebut, JPU pun sontak meminta Nuliana menjelaskan seperti apa kronologi pertemuan dirinya dengan Kadis PUPR, hingga ada pembicaraan terkait jatah proyek untuk suaminya bernama Herman Syahri dengan mahar Rp 200 juta.

“Pada bulan Oktober kalau nggak salah, saat pameran pembangunan saya tak sengaja ketemu Pak Taufik, jadi saya menyampaikan pesan dari suami saya, ada nggak pekerjaan kebetulan suami saya juga rekanan namanya Herman Syahri, katanya belum tahu nanti dihubungi,” terang Nuliana.

“Setelah itu saya dihubungi terus diminta uang Rp 200 juta, uang itu nantinya untuk kaitan pekerjaan, tapi saya enggak tahu nilai pagu yang akan didapat oleh suami saya nanti,” terang Nuliana.

Diketahui dalam gelaran persidangan lanjutan perkara dugaan suap fee proyek Lampung Tengah tahun 2018 atas nama terdakwa Mustafa ini, turut dihadirkan pula dua Saksi lainnya diantaranya Bachtiar Gunawan selaku rekanan, dan Ahmad Rosidi selaku Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra.(RK Harahap/Maryadi)

Komentar