oleh

Proyek ‘Bobrok’ PUPR Lamtim. Dilaporkan ke Kejati

Harianpilar.com, Bandarlampung – Persoalan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Timur (Lamtim) yang bernilai besar namun baru beberapa bulan sudah mengalami kerusakan akhirnya dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Kejati diminta mengusut proyek ‘bobrok’ itu agar diketahui siapa yang paling bertanggungjawab.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung, Andrie W Setiawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, laporan itu disampaikan Pergerakan Masyarakat dan Analisa Kebijakan (Pematank).”Iya sudah saya cek, ada laporannya dan sudah diterima. Laporan itu tentu akan lebih dahulu dipelajari,” ungkapnya saat dihubungi Harian Pilar, Selasa (16/02/2021).

Kondisi proyek milik Dinas PUPR Lamtim tahun 2020, yakni Peningkatan Jalan Ruas Jalan Kedaton – Gantiwarno
(R.135) senilai Rp2,7 Miliar yang kondisinya memprihatinkan.

Terpisah, Ketua Pematank, Suadi Romli, mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan laporan dugaan penyimpangan proyek milik  Dinas PUPR Lamtim itu ke Kejati Lampung, dalam laporan juga sudah disertakan bukti-bukti permulaan proyek tersebut.”Masyarakat termasuk media massa sudah menjalakan fungsi kontrolnya berdasarkan fakta-fakta dilapangan. Tinggal peran penegak hukum dalam hal ini Kejati Lampung yang harus proaktif mengusut masalah itu,” ungkapnya.  (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI RABU 17 FEBRUARI 2021). (Tim/Maryadi)

Komentar