oleh

Menelisik ‘Buruk Rupa” Proyek PSDA Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pengerjaan sejumlah proyek milik Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Provinsi Lampung yang menggunakan anggaran APBD Perubahan tahun 2020 diduga kuat bermasalah. Hal itu terlihat dari ‘buruk rupa’ proyek yang baru seumur jagung tersebut. Proyek yang seharusnya membawa kebaikan bagi masyarakat, justru mengundang kekecewaan.

Kondisi Pembangunan Embung/ Bangunan Penampung Air Desa Gumuk Rejo Kec. Pagelaran Kab. Pringsewu dikerjakan CV. Nusantara Jaya senilai Rp472 juta.

Proyek-proyek yang kondisinya memprihatinkan itu diantaranya proyek rehabilitasi irigasi Desa Setia Negara Baradatu Kabupaten Way Kanan senilai Rp706 juta dikerjakan CV. Mulan Batin. Proyek pembangunan embung/bangunan penampung air Desa Tunggul Pawenang Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu senilai Rp472 juta dikerjakan CV. Duta Makmur. Proyek pembangunan embung/bangunan penampung air Desa Gumuk Rejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu dikerjakan CV. Nusantara Jaya Sakti senilai Rp472 juta.

Kondisi proyek Rehabilitasi Irigasi Desa Setia Negara Baradatu Kab. Way Kanan  dikerjakan CV. Mulang Batin senilai Rp706 juta.
Kondisi proyek pembangunan embung/bangunan penampung air Desa Tunggul Pawenang Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu senilai Rp472 juta dikerjakan CV. Duta Makmur

Meski menelan anggaran ratusan juta dan baru berumur hitungan hari, kondisi proyek-proyek ini sudah mengalami banyak kerusakan. Bahkan, secara kasat mata terlihat kualitas proyek-proyek ini sangat meragukan. Seperti proyek pembangunan embung/bangunan penampung air Desa Gumuk Rejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu dikerjakan CV. Nusantara Jaya Sakti senilai Rp472 juta, banyak bagian proyek ini yang sudah retak-retak, material mengelupas, ambrol, bahkan bagian lantai saluran air seperti tidak ada material. “Semen tebing embung kondisi dan kualitas jelek dan parah, pondasi tebing hanya ditarok diatas tanah tanpa galian pondasi. Saluran pembuangan juga tidak dilantai bawahnya, kualitas semen dan finishing pekerjaan sangat jelek,” keluh salah satu warga sekitar yang enggan namanya ditulis, Senin (25/01/2021). (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI SELASA 26 JANUARI 2021). (Tim/Maryadi)

Komentar