oleh

Tunda KKN, Unila Harus Berinovasi

Harianpilar.com, Bandarlampung –¬†Universitas Lampung (Unila) akhirnya menunda pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswanya sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Penundaan ini mempengaruhi kelulusan mahasiswa. Unila harus berinovasi mencari jalan alternatif bagi mahasiswa.

Penundaan KKN ini diumumkan Unila melalui website resmi Unila pada Sabtu (23/01/2021) https://kkn.unila.ac.id/penundaan-pelaksanaan-kegiatan-kuliah-kerja-nyata-kkn-universitas-lampung-periode-i-tahun-2021/.

“Berdasarkan surat edaran Gubernur Provinsi Lampung dengan Nomor : 443/0221/V.02.4/V2021 tentang Penundaan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Masa Pandemi Covid-19.¬† Oleh karena itu maka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I Tahun 2021 Universitas Lampung di “TUNDA” sampai dengan waktu yang tidak ditentukan”.

Ketua BP KKN Unila, Muhammad Basri, S.Pd., M.Pd mengakui penundaan KKN sangat berpengaruh ke mahasiswa. Terutama mahasiswa yang sudah lama.

“Ya pastilah (berpengaruh) kalau ditunda, karena angkatan 2016 dan 17 itu rawan,” kata dia, Minggu (24/01/2021).

Selain berpengaruh ke mahasiswa, lanjut dia, penundaan juga berpengaruh ke instansi terkait.”Karena dibatalkan terpaksa kita harus kembali mengurus perizinan ke Pemda kabupaten/kota dan merubah sistem KKN yang sudah 9 bulan kita siapkan, dan anak-anak juga sudah Pra-KKN,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya akan tetap mencari solusi jalan terbaik terkait penundaan KKN ini.”Besok (hari ini) kami mau rapat bersama Rektor, WR 1 dan TIM semua pasti ada solusinya yang terbaik buat mahasiswa. Insyaallah ada jalan yg terbaik buat mahasiswa,” tandasnya.

Akademisi Unila, Yusdianto Alam, mengatakan, penundaan KKN jangan sampai merugikan mahasiswa. Sebab, KKN merupakan syarat bagi mahasiswa untuk menyusun skripsi, jika mahasiswa telat menyusun skripsi maka mahasiswa juga akan terhambat wisudanya.”Artinya Unila harus berinovasi bagaimana alternatif jalannya agar mahasiswa yang ditunda KKN-nya tidak terhambat penyusunan skripsi dan wisudanya,” ujar doktor lulusan Univeritas Padjajaran ini.

Apa lagi, lanjutnya, penundaan ini sampai waktu yang belum ditentukan, sementara pandemi covid 19 juga belum bisa diprediksi kapan akan berkahir.”Jangan sampai terjadi penumpukan, karena jumlah mahasiswa Unila ini banyak. Gubernur boleh meminta ditunda, tapi juga harus ada solusi bagi mahasiswa agar tidak terhambat kuliahnya. Ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, termasuk bagi pimpinan¬† Unila,” pungkasnya.(Ramona/Maryadi)

Komentar