oleh

Usut Proyek Benih Jagung. Kejati ‘Kantongi’ Calon Tersangka

Harianpilar.com, Bandarlampung –¬†Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung senilai Rp140 Miliar. Guna mengurai proyek yang menggunakan dana APBN melalui tugas pembantuan Kementerian Pertanian itu, Kejati memanggil tiga kepala dinas pertanian, dua handir satu diantaranya mangkir.¬† Tersangka kasus ini sudah dikantongi penyidik, namun belum ditetapkan karena menunggul hasil audit.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung, Andrie W Setiawan, mengatakan, dalam penyidikan proyek pengadaan benih jagung ada dua orang saksi yang hadir diperiksa yaitu Kepala Dinas Pertanian Lampung Timur dan Kepala Dinas Pertanian Lampung Utara,”Untuk saksi yang belum hadir ada 1 orang saksi yaitu Kepala Dinas Pertanian Kota Bandarlampung,” ujarnya, Rabu (20/01/2021).

Menurut Andrie, nama calon tersangka kasus benih jagung ini sudah ada namun belum ditetapkan, penyidik masih menunggu hasil audit kerugian Negara.”Nama calon tersangka sudah ada tapi belum ditetapkan, masih menunggu hasil audit turun,” tandasnya.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Harian Pilar, proyek pengadaan benih jagung hibrida tahun 2017 ini menggunakan dana APBN melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dengan volume pekerjaan 175.000 ha yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Lampung yakni Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran, Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Way Kanan. Total pagu anggaran proyek ini Rp148 Miliar.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung juga telah memeriksa berbagai pihak terkait masalah ini. Mulai dari Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kelompok Kerja (Pokja) hingga staf dinas tersebut telah diperiksa sebagai saksi. Terbaru Korps Adiyaksa itu memeriksa dua saksi yakni RM dan DG.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung, Andrie W Setiawan, mengatakan, penyidik sedang memeriksa¬† dua saksi. “Ada dua saksi. RM dan DG,” terangnya, Rabu (11/11) lalu.

Namun, Andrie belum mau menjelaskan secara detail pemeriksaan tersebut. “Yang jelas masih berkaitan dengan penanganan kasus benih jagung. Nanti kami update kembali,” ujarnya.

Untuk diketahui, ada dua provinsi di Indonesia yang diduga bermasalah berkait dengan pengadaan benih jagung dari Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2017: Lampung dan Nusa Tenggara Barat [NTB]. Awal penyelidikan pengadaan benih jagung ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Per tanggal 14 Oktober 2020, status kasus itu ditingkatkan ke penyidikan. Tindak lanjut seterusnya dilakukan di daerah masing-masing: Kejati Lampung dan Kejati NTB. Lewat juru bicara Kejati NTB, penanganan kasus ini dipaparkan dan dipublikasikan secara transparan. Misalnya, jaksa menyampaikan tentang siapa rekanan yang memenangkan pengadaan benih jagung itu di tahun 2017 sekaligus jumlah nominal pengadaan benih jagung. (Ramona/Maryadi)

Komentar