oleh

Nunik Kembali Pimpin PKB Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung –  Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung menggelar musyawarah wilayah (Muswil) di Hotel Novotel, Bandarlampung, Sabtu (09/01/2021). Dalam Muswil ini, DPP PKB menerima laporan ketua DPW PKB Lampung sekaligus memberikan SK Kepengurusan yang baru untuk periode 2021 – 2026. Dalam kepengurusan yang baru ini, DPP PKB kembali menunjuk Chusnunia Chalim (Nunik) sebagai ketua DPW PKB Lampung.

Perwakilan dari DPP PKB yang memimpin jalannya Muswil yakni, ketua DPP PKB Bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memimpin, Siti Masrifah dan sekretaris Muswil anggota DPR RI Fraksi PKB Ella Siti Nuryamah. Muswil digelar secara serentak DPW PKB se-Indonesia. Muswil dibuka secara langsung oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Gus Ami) secara online melalui aplikasi Meeting Zoom.

Terpilih menjadi kembali menjadi Ketua DPW PKB Lampung, berharap tahun 2024 menjadi tahun emas bagi PKB.

Semangat kader luar biasa, optimistis 2024 tahun emasnya PKB Lampung. Seperti dicanangkan tahun lalu, mudah-mudahan terkabul PKB Lampung menyumbangkan 100 kursi, ”katanya deiiringi amin dari peserta Muswil.“ Yang aminnya keras tadi, mudah-mudahan bisa duduk di antara 100 kursi itu, ”ujarnya.

Dalam muswil itu, Nunik juga menyampaikan laporan pertanggungjawabannya dalam perjalanannya memimpin DPW PKB Lampung.

“Cukup perjalanan panjang kita bersama-sama menggerakkan roda organisasi dari 2007 kita bersama, 2009 melahirkan 20an kursi PKB Lampung, 2014 melahirkan kursi 40an lebih, dan positif negatif plus minus, yang menghasilakn perbaikan-perbaikan selalu kita lakukan setiap tahapannya,” kata dia.

Selanjutnya menurut Nunik, perjuangan menuju kursi eksekutif juga dilakukan.
“Sampai kita memberanikan diri melangkah di 2015, berjuangan di pilkada berjuangan di 2015 lalu, ada saya ada mas Okta Rijaya (sekretaris dpw PKB Lampung saat itu) di Pesawaran, ada Erlina di Pesisir Barat, ada Kh Soleh Bajuri di Lampung Selatan. Dari sekian kader yang ditugaskan, belum benar-benar yakin atau yakin yang benar. Berjuang di pilkada saya jadi bupati perempuan pertama di Provinsi Lampung, dan Erlina wakil bupati perempuan pertama di pPovinsi Lampung di Pesisir Barat, ”ungkapnya.

Perjuangan terus Nunik tak berhenti. Selangkah demi selangkah menuju cita-cita perjuangan terus dilakukan.
“Tidak berhenti disitu, di 2016 saya dilantik, 2017 kita seperti desa, yang dikeroyok kumbang, 2017 kita tidak diberi kesempatan, beberapa calon gubernur datang, tadinya saya ingin tetap melanjutkan pengabdian, namun karena dinamisnya, hasil musyawarah bersama, ketika kader diperintah organisasi ada kata menolak. Apapun perintah organisasi kader harus siap menjalankan. Maka Desember 2017, di minggu pertama bulan desember ketum memanggil saya dicalonkan sebagai wakil gubernur mendampingi pak Arinal Djunaidi. Dan alhamdulillah PKB tidak menjadi wakil gubernur Provinsi Lampung, ”kenangnya.

Setelah terpilih sebagai wakil gubernur Lampung, Nunik menceritakan sebagai ketua DPW PKB Lampung ia harus siapkan kader untuk kembali masuk dalam perhelatan Pemilu 2019.
“Perjalanan belum usai, belum akan menjalankan perintah, 2018 dilantik kembali harus siap kader yang berjuang di 2019, dan alhamdulillah, saya sampaikan 2014 dari 40 sekian kursi, dengan pengawasan di masing-masing wilayah, 2019 kita menghasilkan kursi 70an. Itu bukan kerja Nunik, Okta, sendiri atau orang-orang, itu kerja bersama seluruh DPW, DPC, dan tentu seluruh doa dewan syuro Provinsi Lampung, ”kata dia.

Masih menurut ketua DPW PKB Lampung Chusnunia, berbagai tantangan ke depan mulai terukur dengan jelas.
Ada lima hal yang terus dilakukan, ykani membenahi manajemen, pola hubungan, kerja politik, melaksanakan kolaborasi kegiatan pemangku kepentingan dalam rangka jangkauan, konsistensi kepentingan rakyat dalam kebiakan pemerintah daerah.

“Dalam kandang internal, melakukan penguatan banom, garda bangsa dan perempuan bangsa. Garda Bangsa dan Perempuan Bangsa pengurus yang lengkap di seluruh 15 kabupaten / kota. Dengan pelarangan penguatan tersebut memudahkan langkah kerja politik PKB Lampung, melakukan kerja politik kemasyarakat, ”ucapnya.

Selain itu, tak kalah penting saat ini media sosial sebagai alat yang efektip untuk menjangkau masyarakat.
“Penataan adminsitasi dan media sosial di era industri 4.0 medsos sangat signifikan di peringkat kita di bidang politik. Maka DPW melakukan perekrutan kader digital. Seluruh anggota dewan dan eksekutif dalam hal ini bupati dan wakil bupati, aktif di medsos, menjadi hal yang wajib, seluruh pengurus juga diwajikan memiliki medsos, sebagai salah satu media kita bersentuhan dengan pemilih dengan mudah, ”paparnya.

Dalam hal isu keterwakilan perempuan, menurut Nunik PKB merupakan partai yang paling tinggi keterwakilan perempuan di Lampung.
“Isu keterwakilan perempuan dari 2019 kita menduduk kan kader perempuan 44 persen dari angggota dewan PKB, tertinggi dari parpol lain, yaitu komitmen kesetaraan gender komitmen tinggi,” tambahnya. (Ramona)

Komentar