oleh

Sama Yakin

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sidang dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pilkada Kota Bandarlampung memasuki babak akhir. Majelis Pemeriksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung menjadwalkan sidang akhir pembacaan putusan, Rabu (06/01/2021) hari ini. Pihak pelapor maupun terlapor sama-sama yakin akan memenangkan persidangan tersebut.

Tim Hukum pasangan calon Eva Dwiana-Dedy Amrullah (Eva-Deh) selaku pihak terlapor, Fauzi Heri, mengaku optimis dapat memenangkan sidang dan yakin laporan pelapor akan ditolak majelis pemeriksa.”Insya Allah kami kuasa hukum mewakili paslon nomor urut 3 Eva-Dedy optimis laporan pelapor akan ditolak oleh majelis pemeriksa,” ujarnya, Selasa (04/01/2021).

Menurutnya, hal itu menyusul tidak adanya pembuktian perbuatan yang dilakukan paslon berupa menjanjikan atau memberi materi atau dalam bentuk lainnya untuk pemenangan (politik uang) sebagaimana menjadi objek penanganan dugaan pelanggaran administrasi yang bersifat TSM (terstruktur, sistematis, dan masif).

Dijelaskannya, sebagaimana diatur dalam Pasal 73 ayat (1) UU 10/2016 bahwa Calon dan/atau tim kampanye dilarang melakukan perbuatan menjanjikan atau memberi materi atau dalam bentuk lainnya untuk pemenangan (politik uang). “Dari semua bukti yang dihadirkan pelapor kesemuanya tidak satupun yang dapat membuktikan perbuatan Calon,” ungkapnya.

Pelapor, jelasnya, lebih banyak mendalilkan perbuatan yang merugikan atau menguntungkan calon sebagaimana diatur dalam pasal 71 UU 10/2016 yang bukan merupakan objek penanganan dugaan pelanggaran administrasi TSM. “Selain itu berdasarkan keterangan kembaga terkait dalam hal ini Bawaslu Kota Bandarlampung, dinyatakan bahwa selama pelaksanaan Pilwakot tidak ada perbuatan money politic yang dilakukan klien kami palon nomor urut 3, justru Bawaslu Kota Bandar lampung menangani dugaan pelanggaran money politik dalam bentuk materi lain yang dilakukan oleh paslon selain klien kami,” tukasnya.

Terpisah, Tim Kuasa hukum pasangan calon Yusuf Kohar-Tulus Purnomo (Yutuber) selaku pihak pelapor, Ahmad Handoko, mengaku optimis bakal memenangkan sidang dan gugatannya dikabulkan majelis pemeriksa. “Iya besok (hari ini) putusan jam 9, harapannya tentu kami berharap supaya majelis pemeriksa mengabulkan permohonan kami sebagaimana dalam laporan kami yaitu diskualifikasi paslon 3, kami optimis berdasar fakta persidangan yang sudah digelar pelaporan kami terbukti, semoga Allah SWT selalu meridhoi apa yang kami kerjakan apa pun putusannya kami menghormati,” pungkasnya.(Ramona/Maryadi)

Komentar