oleh

Kasus Inspektorat Lamsel Diduga Terkait Banyak Desa

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terus mengebut proses hukum kasus dugaan pemerasan terhadap kepala desa oleh oknum di Inspektorat Lampung Selatan (Lamsel). Dalam kasus ini disinyalir terkait banyak desa.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Lampung, Andrie W Setiawan, mengatakan, tim penyidik Kejati memeriksa dua orang saksi terkait kasus pemerasan di Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan,  pemeriksaan dilakukan bidang pidana khusus Kejati Lampung, Rabu (25/11/2020). Namun terkait nama dan jabatan kedua saksi terperiksa hari ini masih dirahasiakan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Lampung.

“Hari ini (kemarin) hanya pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam kasus pemerasan tersebut, untuk identitasnya belum bisa kami jabarkan karena ini masih tahap pemeriksaan saksi,” terang Andrie W Setiawan saat dihubungi Harian Pilar, Rabu (25/11/2020).

Disinggung berapa jumlah desa terkait masalah ini, Andrie mengaku belum bisa memastikan jumlah karena masih proses penyelidikan, namun dugaannya ada banyak desa.”Saya belum bisa memastikan karena itu masih proses di Bagian Pidsus. Dugaannya mungkin banyak ya, tapi pastinya nanti kita sampaikan setelah ada perkembangan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penggeledahan di Kantor Inspektorat Lampung Selatan, pada Senin (23/11/2020). Penanganan kasus dan kegiatan ini didasarkan atas surat perintah penyidikan No.06/ L.8/Fd.1/11/2020 tanggal 17 November 2020 dan sprint geledah No.04/ L.8/Fd.1/ 11/2020 tanggal 17 November 2020.

Lanjutan dari isi keterangan surat perintah penyidikan dan surat perintah geledah itu: menyita dokumen dan alat komunikasi. Diduga penyitaan alat komunikasi ini dimaksudkan para penyidik jaksa untuk ‘menyedot’ segala informasi yang ada di dalam alat tersebut.

Alat komunikasi yang disita itu disebut adalah milik para pejabat struktural di Inspektorat Lampung Selatan. Meski demikian, pemilik alat komunikasi itu tidak dipaparkan Kejaksaan Tinggi Lampung. “Telah dilakukan penggeledahan terhadap kantor Inspektorat Lampung Selatan dan dari penggeledahan tersebut, tim penyidik mengambil barang-barang berupa dokumen dan juga alat komunikasi beberapa pejabat strategis di lingkungan Inspektorat Lampung Selatan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejaksaan Tinggi Lampung Andrie W Setiawan.

Dari keterangan yang diterima dia dari bidang Pidana Khusus, Andrie W Setiawan mengatakan Kejaksaan Tinggi Lampung sedang menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi pada sisi pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat Inspektorat Lampung Selatan. Meski begitu, ia tidak membeberkan siapa pejabat yang dimaksud. “Penggeledahan dilakukan terkait pengumpulan barang bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi pemerasan atau penerimaan hadiah yang melibatkan pejabat struktural Inspektorat Lampung Selatan Tahun 2020,” pungkasnya.(Maryadi)

Komentar