oleh

Diduga KDRT Istri Siri Oknum Pegawai BI Dipolisikan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Oknum peGAWAI Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung berinisial AD (46 Tahun) dilaporkan oleh MN (30 Tahun) yang berstatus istri sirinya ke kepolisian atas dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Laporan ini dilakukan di Polresta Bandar Lampung pada tanggal 11 November 2020 lalu. Dalam surat laporan dengan Nomor TBL/B -1/2453/XI/2020/LPG/RESTA BALAM, oknum pejabat BI ini diduga telah melakukan kekerasan yang menyebabkan korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.

Kuasa hukum pelapor, Anthon Ferdiansyah.SH.MH, mengatakan, kliennya benar sudah melaporkan tindak kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oknum pejabat BI.
“Sudah dilaporkan dan saat ini masih menunggu jadwal untuk pemeriksaan sebagai korban,” terangnya, Rabu (25/11/2020).

Menurutnya, MN yang tercatat sebagai warga Aceh ini, melaporkan sang suami lantaran telah melakukan tindakan penganiayaan yang menyebabkan sejumlah luka lebam dibagian lengan hingga kepalanya. Peristiwa itu berawal dari pernikahan AD dan MB pada Kamis 20 Februari 2020 lalu. Saat itu AD yang bertugas disana (Aceh) menikahi kliennya secara sirih.

“Singkat cerita, pada bulan Maret 2020, AD dipindah tugaskan ke Lampung. Dalam perjalanannya, AD membawa kliennya untuk tinggal di Lampung dan disewakan sebuah rumah yang berdekatan dengan istri sahnya di Perumahan Puri Kencana,” kata Anthony, Rabu (25/11/2020).

Pada tanggal 26 September 2020, hubungan keduanya diketahui oleh istri pertama AD serta anak-anaknya.”Pada saat itu, terjadi cekcok mulut dari kedua belah pihak, akhirnya kliennya dianiaya secara bersama sama oleh istri dan anak-anak AD, beruntung pada saat kejadian tetangga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut dapat melerai,” ujarnya.

Selepas peristiwa tersebut, kliennya yang mengalami luka lebam dibeberapa bagian tubuhnya serta trauma psikologis diminta untuk pulang ke Aceh oleh terlapor.”Si oknum pejabat ini meminta MN untuk pulang ke Aceh dan dijanjikan akan dipenuhi segala kebutuhan hidupnya,” ungkap advokad muda ini.

Pada 10 November 2020, lanjut Anton, akhirnya kliennya kembali ke Lampung dengan tujuan menemui AD di kantornya untuk menagih janjinya sebagai seorang suami.”AD yang telah mengetahui kedatangan MN kemudian menghadangnya agar tidak masuk ke kantor dan terjadi lah cekcok mulut,” jelasnya.

Untuk menghindari keributan di wilayah kantornya, AD kemudian membawa kembali kliennya ke rumah kontrakan tempat terjadinya penganiyaan yang dilakukan oleh istri pertama AD serta anak-anaknya.”Dirumah itu, AD yang hilang kesabaran akhirnya melakukan penganiayaan terhadap kliennya hingga mengalami luka lebam kembali disekujur tubuhnya,” kata Anthony.

Dilanjutkan Anthony, kliennya yang bingung lantaran sendiri di Lampung akhirnya datang ke kantornya untuk meminta pendampingan hukum.”Pada tanggal 11 November 2020, saya bersama korban melaporkan tindakan oknum pejabat BI Lampung itu ke Polresta Bandarlampung, bersama bukti kekerasan dan surat sah pernikahannya. Selain itu, keluarga AD juga telah kami laporkan ke Polda Lampung atas kasus pengeroyokan yang dilakukan pada bulan September 2020 lalu,” jelasnya.

Sementara, AD berulang kali dihubungi melalui WhatsApp miliknya tidak menjawab meski dalam keadaan aktif, begitu juga saat dikonfirmasi melalui pesan singkat tidak dijawab meski dalam keadaan aktif.(Tim/Maryadi)

Komentar