oleh

Pesawaran dan Bandarlampung Zona Merah

Harianpilar.com, Bandarlampung –¬†Wakil Gubernur Lampung meminta setiap kepala daerah untuk lebih intensif dalam menangani COVID-19 setelah dua daerah di Provinsi Lampung berstatus zona merah.

“Penetapan zona merah ini menjadi kewenangan pusat dan gugus tugas pusat yang menentukan, sehingga kepala daerah harus berperan aktif dan lebih intensif kembali dalam menangani¬†kasus COVID-19,” ujar Chusnunia Chalim, di Bandarlampung, Rabu (18/11/2020).

Ia mengatakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kasus COVID-19 yang terus meningkat ialah dengan menjaga ketersediaan tempat tidur dan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan .

“Saat ini rancangan peraturan daerah mengenai adaptasi kebiasaan baru yang memuat sanksi sedang dalam proses menjelang disahkan, diharapkan dengan adanya peraturan tersebut dapat membantu memaksimalkan penekanan kasus COVID-19, ” katanya lagi.

Menurutnya, dengan adanya penambahan satu daerah yang berzona merah masyarakat maka diharapkan dapat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan keseharian.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Bappeda di Provinsi Lampung saat ini terdapat 2 daerah yang memiliki zona risiko persebaran COVID-19 sangat tinggi yakni Kota Bandarlampung, dan Kabupaten Pesawaran.

Dengan jumlah kumulatif kasus positif di Pesawaran ada 152 kasus dengan 6 kasus meninggal dan ada 1.405 kasus positif dan 90 kematian di Kota Bandarlampung. (Mar/rls)

Komentar