oleh

Kejati ‘Kebut’ Kasus Jagung

Harianpilar.com, Bandarlampung –¬†Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terus mengebut proses pengusutan kasus pengadaan beni jagung senilai Rp140 Miliar di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung. Sejumlah saksi mulai dari Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kelompok Kerja (Pokja) hingga staf dinas tersebut telah diperiksa sebagai saksi. Terbaru Korps Adiyaksa itu memeriksa dua saksi yakni RM dan DG.

Andrie W Setiawan/Kasi Penkum Kejati Lampung

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Harian Pilar, proyek pengadaan benih jagung hibrida tahun 2017 ini menggunakan dana APBN melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dengan volume pekerjaan 175.000 ha yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Lampung yakni Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran, Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Way Kanan. Total pagu anggaran proyek ini Rp148 Miliar.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung, Andrie W Setiawan, mengatakan, penyidik sedang memeriksa¬† dua saksi. “Ada dua saksi. RM (Rully Mahawijaya) dan DG (Darma Gunawan),” terangnya, Rabu (11/11/2020).

Namun, Andrie belum mau menjelaskan secara detail pemeriksaan tersebut. “Yang jelas masih berkaitan dengan penanganan kasus benih jagung. Nanti kami update kembali,” ujarnya.

Pada saat yang sama, puluhan massa aksi dari Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank) melancarkan aksi massa di kantor Kejaksaan Tinggi Lampung juga mempertanyakan perkembangan penanganan kasus korupsi pengadaan benih jagung itu. “Kita harap informasi terkait penanganan kasus ini disampaikan dengan jelas kepada masyarakat. Melihat ini, kami juga berharap jaksa melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi yang juga menyoal benih jagung pada Tahun Anggaran 2018. Bagaimana pun, kami tetap mendukung langkah kejaksaan,” tegas Romli.

Untuk diketahui, ada dua provinsi di Indonesia yang diduga bermasalah berkait dengan pengadaan benih jagung dari Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2017: Lampung dan Nusa Tenggara Barat [NTB]. Awal penyelidikan pengadaan benih jagung ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Per tanggal 14 Oktober 2020, status kasus itu ditingkatkan ke penyidikan. Tindak lanjut seterusnya dilakukan di daerah masing-masing: Kejati Lampung dan Kejati NTB. Lewat juru bicara Kejati NTB, penanganan kasus ini dipaparkan dan dipublikasikan secara transparan. Misalnya, jaksa menyampaikan tentang siapa rekanan yang memenangkan pengadaan benih jagung itu di tahun 2017 sekaligus jumlah nominal pengadaan benih jagung. (Kardo/Maryadi)

Komentar