oleh

Saksi Sebut Wabup Pringsewu Minta Kasus Diselesaikan

Harianpilar.com, Pringsewu –¬†Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pringsewu, Hasan Fauzi, mengaku diperiksa sebagai saksi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Lampung terkait kasus dugaan penipuan dengan modus setoran proyek. Hasan Fauzi dijadikan saksi karena pernah dimintai oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pelapor.

Hasan Fauzi sudah memenuhi panggilan Polda Lampung untuk menjadi saksi kasus yang dilaporkan oleh Ajarudin warga Pekon Wates Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu itu. “Saya jadi saksi karena saya pernah dimintai tolong oleh Dr.Fauzi Wakil Bupati Pringsewu untuk menyelesaikan persoalan ini dengan pihak Ajarudin dan kawan-kawannya,” ujar Hasan Fauzi pada Harian Pilar, baru-baru ini.

Bahkan, jelasnya, saat minta tolong itu Wakil Bupati mendatangi rumahnya di Pagelaran.”Itulah keterlibatan saya ikut dipanggil pihak Polda Lampung karena saya jadi saksi karena pernah dimintai tolong oleh Wakil Bupati untuk merundingkan penyelesaian kasus ini. Wakil Bupati waktu datang ke rumah saya di Pagelaran,” terangnya.

Saksi lainnya, Ahmad Muslimin, juga mengaku sudah dua kali diperiksa sebagai saksi terkait kasus ini oleh Polda Lampung.”Salah satu yang ditanya kenal atau tidak dengan pelapor dan terlapor serta sama Wakil Bupati, serta di tanya sejauh mana mengetahui tentang kasus itu. Saya selalu kooperatif, siap untuk di minta keterangan dan sudah dua kali di panggil oleh pihak Polda,” tandasnya.

Sementara, Wakil Bupati Pringsewu, DR.Fauzi, belum berhasil juga dikonfirmasi. Saat hendak ditemui di ruangan kerjanya selalu tidak ada. Salah seorang staffnya mangatakan Wabup Pringsewu tidak masuk kerja karena sedang pendidikan selama dua bulan, jadi selama dua bulan itu memang tidak pernah masuk kerja.”Ada kegiatan, pendidikan gitu pak, dua bulan. Dari tanggala 27 bulan lalu, sampai bulan 12. Jadi dua bulan pak,” ujar staf tersebut.

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu, Maudy Atoriza, saat dikonfirmasi diruangan kerjanya mengaku bukan ranah bagian protokol dan komuniskasi pimpinan untuk memberikan komentar masalah tersebut,”Bahkan persoalannya saja kami tidak mengerti,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, terlapor kasus dugaan penipuan dengan modus setoran proyek infrastruktur bernilai miliaran Bambang Urip Tri Martono diduga kuat memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan alamat sama dengan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi. Bahkan, Bambang Urip Tri Martono (54) juga diduga pernah menjadi tenaga kontrak di rumah dinas Wakil Bupati Pringsewu.

Hal itu diketahui dari KTP dan SK pengangkatan tenaga kontrak di lingkup Pemkab Pringsewu. Dalam KTP dengan NIK 1810010303650XXX itu tertulis nama Bambang Urif Tri Martono kelahiran Kotabumi 03-03-1965, dan beralamat di Jalan Sakti RT/RW 003/002 Keluarahan/Desa Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu. Alamat tersebut diduga kuat sama persis dengan alamat rumah tempat tinggal Wakil Bupati Pringsewu Fauzi. Bahkan, saat Pilkada Fauzi bersama istrinya mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dekat rumahnya yang alamatnya sama dengan alamat KTP Bambang Urif Tri Martono. Dugaan ini diperkuat oleh foto Urif Tri Martono yang diduga kuat sedang berada di rumah wakil bupati Pringsewu.

Bambang Urif Tri Martono juga pernah menjadi tenaga kontrak di Pemkab Pringsewu. Hal itu diketahui dari Petikan Keputusan Bupati Pringsewu Nomor 814/422/B.14/2017 tentang Penetapan Tenaga Kontrak Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2017, dalam Surat yang ditandatangani Sekretaris  Daerah Prinsgewu Drs.Budiman PM.MM ini disebutkan nama Bambang Urif Tri Martono ditetapkan sebagai Tenaga Kontrak untuk tugas sebagai Petugas Kebersihan pada Bagian Umum Setdakab Pringsewu.

Kemudian, tahun 2018 Bambang Urif Tri Martono diangkat sebagai tenaga kontrak sebagai petugas kebersihan Rumah Dinas Wakil Bupati Рpada- Bagian  Umum Setdakab Prinsgewu, pengangkatan ini berdasarkan petikan keputusan bupati Pringsewu Nomor 814/025/B.04/2018.

Seperti diketahui, Ajarudin warga Pekon Wates Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, melaporkan Bambang Urip Tri Martono (54) warga Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu. Ajarudin merasa dirugikan Rp750 juta berupa uang tunai dan satu unit mobil Toyota Alphard Vellfere B-2904-SBR. Menurut Ajarudin, awalnya Bambang Urip Tri Martono menjanjikan proyek insfrastruktur di wilayah Kabupaten Pringsewu senilai Rp4 miliar. Ajarudin percaya karena Bambang diketahuinya menjadi orang dekat atau anak buah Wakil Bupati Pringsewu.

Menurut Ajarudin, Bambang meminta sejumlah uang dan diberi uang cast Rp300 juta berikut satu unit mobil merek Toyota Vellfire 2.4 AT tahun 2008 warna Hitam B-2904-SBR. Namun hingga saat ini proyek insfraktruktur jalan senilai Rp4 miliar yang dijanjikan Bambang itu tidak ada. Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan ke Polres Tanggamus tanggal 11 Juni 2020 dengan nomor: LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS tanggal 11 Juni 2019. Dari Polres Tanggamus perkara itu di limpahkan ke Polres Pringsewu, dan satu bulan kemudian oleh Polres Pringsewu melaimpahkannya ke Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

Ajarudin mengatakan, kasus ini sudah ditangani Ditreskrimum Polda Lampung dan sudah digelar perkara. Namun, Ajarudin menegaskan tidak pernah melaporkan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi kaitan kasus ini, yang dia laporkan dan tuntut adalah Bambang.”Saya tidak pernah melaporkan Wakil Bupati, yang saya laporkan Bambang, terkait seret nama Wakil Bupati mungkin Bambang yang membuka kepada penyidik,” pungkasnya.(Sairun/Maryadi)

Komentar