oleh

Proyek Jalan Nasional XIX Lampung Anggaran Puluhan Miliar, Kualitas Memprihatinan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan sejumlah proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilaksanakan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIX Lampung tahun 2019 dan 2020 diduga kuat bermasalah. Hal itu terlihat dari kondisi proyek bernilai puluhan miliar namun kualitasnya memprihatinkan, mulai dari penggunaan material yang terindikasi tidak sesuai ketentuan, hingga kondisinya yang cepat rusak.

Batu Brak
Preservasi Ruas Jalan Bts Provinsi Sumsel – Bukit Kemuning
Tahun 2019

Proyek-proyek yang terindikasi bermasalah itu diantaranya proyek preservasi Jalan Ruas Bts. Provinsi Bengkulu – Sp. Gunung Kemala – Padang Tambak dikerjakan PT. SI tahun 2020 dengan nilai Rp 21 Miliar. Proyek preservasi Jembatan Ruas Bts. Provinsi Sumsel – Bukit Kemuning tahun 2019 dikerjakan CV. TG senilai Rp3,3 Miliar. Proyek preservasi Ruas Jalan Bts Provinsi Sumsel – Bukit Kemuning tahun 2019 dikerjakan PT.JW dengan nilai Rp30,5 Miliar.

Preservasi Jembatan Ruas Bts. Provinsi Sumsel – Bukit Kemuning Tahun 2019

“Ini sangat menyedihkan, anggaran proyek begitu besar mencapai puluhan miliar tapi baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah banyak mengalami kerusakan. Kami sudah telusuri semua titik proyek-proyek milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIX Lampung tahun 2019 dan 2020 ini. Kami menemukan pengerjaan proyek-proyek ini banyak kejanggalan, bahkan ada indikasi pengurangan ketebalan dengan cara mengurangi kepadatan,” ujar Ketua Umum Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank), Suadi Romli, melalui surat keteranganya, Rabu (21/10/2020). (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI SENIN 26 OKTOBER 2020). (Tim/Maryadi)

Komentar