oleh

Laporan Tim Rycko Menoza Kandas

Harianpilar.com, Bandarlampung – Laporan tim Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandarlampung pasangan Rycko Menoza – Johan Sulaiman (Rycko-Jos) terkait oknum aparatur lingkungan yang diduga menghalangi kegiatan kampanye kandas. Sebab laporan itu dinyatakan tidak memenuhi unsur oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Bandarlampung.

Ketua Tim Kampanye Rycko-Jos, Yuhadi melaporkan salah satu RT di Kupang Kota ke Bawaslu Bandarlampung pada Senin (05/10/2020) lalu. Laporan Yuhadi telah diregistrasi dengan Nomor Laporan: 005/Reg/LP/PW/Kota/08.01/X/2020 tanggal 7 Oktober 2020. Berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap laporan yang masuk dan hasil kajian Pengawas Pemilu, Sentra Gakkumdu pada Senin (12/10/2020), memutuskan status temuan tersebut dihentikan.

“Alasan tidak ditindaklanjuti karena laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur dugaan pelanggaran pidana pemilihan,” kata Yahnu Wiguno Sanyoto selaku Koordinator Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Bandarlampung, Selasa (13/10/2020).

RT berinisial Rb tersebut sebelumnya diduga melanggar Pasal 187 ayat 4 UU Nomor 1 Tahun 2015 yang menyebutkan: Setiap orang yang dengan sengaja mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama 6 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000 dan paling banyak Rp6 juta.

Terpisah, Ketua Tim Advokasi pasangan nomor urut 01 Rycko-Jos, Ginda Ansory Wayka sangat menyesalkan keputusan Sentra Gakkumdu Kota Bandarlampung. Menurutnya, rumusan perbuatan RT itu memenuhi unsur pidana, karena sudah mengganggu.”Orang menjerit-jerit di tempat orang lain saja sudah mengganggu. Apalagi ini sempat berhenti dulu (acara kampanye, red), sempat dipisahkan orang dulu karena dia (oknum RT) ngamuk-ngamuk di situ,” terangnya.

Diibaratkannya, jelas Ansory, jika sedang puasa, oknum RT yang mengamuk itu sudah batal. “Harusnya penutupan acara kampanyenya lima menit selesai, jadi 10 menit karena ada gangguan,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang menunggu surat keputusan resmi dari Gakkumdu yang menghentikan perkara itu. “Kami mau lihat apa bahan pertimbangnnya. Baru kita kaji langkah berikutnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Yuhadi didampingi Tim Advokasi Gindha Ansori Wayka dan sejumlah anggota tim pemenangan Rycko-Joss mendatangi Kantor Bawaslu Bandarlampung, Senin (5/10) lalu.”Kami melaporkan terkait giat kampanye kami pada Minggu (04/10/2020), dimana ada seorang oknum RT di Kelurahan Kupang Kota yang menghalang-halangi jalannya kampanye Rycko-Jos,” kata Yuhadi.

Dia menilai tindakan para aparatur lingkungan ini semakin massif sejak kampanye Rycko-Jos pada 2-4 Oktober lalu. (Ramona/Maryadi)

Komentar