oleh

Wahrul Jenguk Mahasiswa Yang Menyelamatkannya

Harianpilar.com, Bandarlampung – Agam, mahasiswa Universitas Malahayati, yang menyelamatkan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi dari ‘hujan’ batu saat aksi ribuan mahasiswa yang menolak UU Omnibus Law mengalami retak tempurung kepala ia dan terkena selongsong gas air mata.

“Setelah saya membantu Pak Wahrul hingga masuk ke dalam mobil, dan mobilnya jalan, saya melihat motor saya sudah dirubuhkan massa dan akan dibakar.  Ada juga motor penjual cimol yang akan dibakar juga, saya berusaha mendirikan motor tersebut, namun kepala saya kena selongsong gas air mata yang nyasar,” tutur Agam.

Yusni Aisyah, ibu kandung Agam mengaku tidak menyesal atas kejadian yang menimpa anaknya. Bahkan ia mengakui ini bukan kali pertama anaknya turun aksi.

“Ini sudah panggilan jiwanya. Saya punya anak, laki – laki semua, tapi yang punya jiwa kritis hanya dia. Dia sudah tahu resikonya, jadi hadapi saja, tidak usah takut jika itu menyuarakan kebenaran,” ujar Yusni.

Yusni menuturkan kondisi anaknya mengalami retak sampai tulang tempurung dan ada rembesan darah dan mengalami kesulitan dalam berbicara. “Kenapa begini?  Karena diduga ada penyumbatan di dalam. Tangannya pun seperti kram, ini sudah lebih bisa digerakkan. Mohon doa saja untuk kesembuhan Agam,” ungkap Yusni.

Meski mengalami luka serius, namun dikatakan Yusni, Agam bahkan ingin bersegera turun kembali bergabung dengan teman – teman mahasiswa lainnya yang masih berjuang untuk meminta pemerintah setempat mendorong pemerintah pusat membatalkan undang – undang omnibus law cipta kerja.

Setelah mendapat informasi soal Agam, Wahrul Fauzi Silalahi langsung menjenguk Agam yang dirawat di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung. “Alhamdulillah kondisi Agam sudah membaik. Saya sudah menjenguk, sekaligus menyampaikan terimakasih kepada Agam dan keluarganya. Saya salut dengan mahasiswa seperti Agam, mereka benar-benar memperjuangkan aspirasi bukan membuat kerusuhan,” ujar Wahrul.

Menurut Wahrul, Agam dan mahasiswa lainnya murni memperjuangkan aspirasi mereka soal Omnibus Law, sehingga ketika ada kejadian chaos mereka justru sibuk menyelamatkan dirinya dan meredam bentrokan.”Jadi saya yakin bukan mahasiswa yang membuat kerusuhan, saya menduga ada yang menyusup. Terbukti mahasiswa seperti Agam justru menyelamatkan saya,” terang Wahrul.

Wahrul mendoakan Agam dan mahasiswa lainnya yang terluka saat demontrasi soal omnibus law segera pulih dan bisa kembali memperjuangkan semua aspirasinya dengan baik.”Saya mendoakan agar Agam dan mahasiswa lainnya yang terluka segera membaik. Agar bisa kembali memperjuangkan idealisme mereka lagi,” tandasnya.

Menurut Wahrul, setiap ada aksi massa yang benar-benar memperjuangkan aspirasinya di DPRD Lampung, pihak selalu berusaha untuk menerimanya dengan baik.”Saya mantan aktivis, bisa dikatakan dunia aktivis dan demontranlah yang membesarkan saya, jadi jiwa saya pasti terpanggil ketika ada yang aksi massa. Itulah kenapa saya kemarin memberanikan diri menemui massa mahasiswa itu,” pungkasnya.(Ramona/Maryadi)

Komentar