oleh

Proyek BPDAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung Anggaran Miliaran, Kualitas Meragukan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan sejumlah proyek milik Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung tahun 2019 diduga kuat sarat masalah. Meski proyek yang bersumber dari APBN bernilai miliaran, ternyata kualitas hingga ukurannya meragukan. Bahkan, ditemukan tumpukan bibit yang sudah berantakan.

Paket II Pembuatan Tanaman RHL Secara Vegetatif di KPH Pematang Neba Blok V, VI, VII Rantau Tijang
Paket IX Pembuatan Tanaman RHL Secara Vegetatif di KPH Batu Tegi Blok XIII Penantian

Beberapa proyek yang terindikasi bermasalah itu diantaranya paket XII pembuatan taman RHL secara vegetatif di KPH Pesawaran Blok XVII Sukamaju seluas 207 Ha yang dikerjakan CV.Parama Arta Madani senilai Rp1,9 Miliar. Paket I pembuatan tanaman RHL secara vegetatif di KPH Kotaagung Utara Blok III, IV, V Gunung Doh seluas 901 Ha dikerjakan PT.Dheby Karya Group senilai Rp8,1 Miliar. Paket IX pembuatan tanaman RHL secara vegetatif di KPH Batutegi Blok XIII Penantian seluas 245 Ha yang dikerjakan CV.Wahana Agro senilai Rp2,1 Miliar. Paket II pembuatan tanaman RHL secara vegetatif di KPH Pematang Neba Blok V, VI, VII Rantau Tijang seluas 800 Ha dikerjakan CV. Ganjar Asri senilai Rp7,2 Miliar. Proyek paket 13 pembuatan taman RHL secara vegetatif di KPH Pesawaran Blok X seluas 260 Hadengan yang dikerjakan CV.Parama Arta Ramadani senilai Rp2,2 Miliar.

Proyek Paket XII Pembuatan Taman RHL Secara Vegetatif di KPH Pesawaran Blok XVII Suka Maju
Paket 13 Pembuatan Taman RHL Secara Vegetatif di KPH Pesawaran Blok X

“Kami menemukan banyak kejanggalan dan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek-proyek Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung tahun 2019 ini. Itu kami temukan dari proses tender hingga pelaksanaanya di lapangan,” ujar Ketua Umum Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank), Suadi Romli, Senin (28/09/2020). (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI SELASA 29 SEPTEMBER 2020). (Tim/Maryadi)

Komentar