oleh

Dinilai Bandel, 3 OPD Lampura Belum Kembalikan Kerugian Negara

Harianpilar.com, Lampung Utara – Hingga melewati batas waktu yang ditentukan untuk mengembalikan kerugian negara, tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ‎belum juga mengembalikan kerugian daerah‎. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menetapkan tanggal 28 Agustus lalu sebagai batas akhir pengembalian uang tersebut. Namun lantaran OPD tersebut dinilai bandel, hingga kini belum juga mengembalikan.

“Batas waktu sudah lama habis, tapi masih banyak pihak yang belum mengembalikan temuan dari BPK itu,” jelas Kepala Inspektorat Lampung Utara, Mankodri, Selasa (15/09/2020).

Pihak yang belum mengembalikan kerugian daerah itu di antaranya Bagian Admin‎istrasi Pembangunan sebesar Rp400 juta, 14 rekanan di Dinas Pekerjaan Umum sebesar Rp300 juta, 1 rekanan di Dinas Perdagangan sebesar Rp89 juta.

“Ada macam – macam alasan yang disampaiak. Ada yang belum memiliki uang dan ada pula yang kurang puas atas temuan itu,” kata dia.

Belum rampungnya proses pengembalian kerugian daerah itu telah dilaporkan oleh mereka pada BPK perwakilan Lampung. ‎Nanti, pihak BPK-lah yang akan menentukan langkah apa yang akan diambil terkait persoalan itu.

“Walau batas waktunya sudah lewat, tapi masih tetap berupaya melakukan penagihan kepada mereka,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan di Sekretariat Kabupaten Lampung Utara, Iwan Kurniawan S mengatakan, pihaknya telah mengangsur pengembalian kerugian daerah. Saat ini, menurutnya, persoalan ini telah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum untuk menagih seluruh temuan BPK itu.

“Masalah full (sudah bayar sepenuhnya) atau tidaknya, Inspektorat yang jawabnya. Bukan saya,” ujar dia.

BPK RI Perwakilan Lampung menemukan sejumlah potensi kerugian daerah yang terjadi di Pemkab Lampung Utara. Temuan itu tersebar di sejumlah bagian atau dinas yang ada. Akibat banyaknya temuan ini juga Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Lampung Utara tahun 2019 turun dari Wajar Tanpa Pengecualian menjadi Wajar Dengan Pengecualian.‎ (Iswan)

Komentar