oleh

Di Era Kepemimpinan Suwondo, Desa Pancasila Berbenah Diri

Harianpilar.com, Natar – Menjelang berakhirnya masa jabatan Suwondo S, sebagai Kepala Desa Pancasila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pada tahun 2021 mendatang, beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan diterpa isu miring yang pada intinya tak lain adalah untuk menggoyang nama baiknya.

Hembusan berita tak sedap itu, diduga sengaja diciptakan oleh orang-orang yang tidak suka dengan Suwondo, bahwa pada tahun 2019 yang lalu dirinya difitnah tidak membayarkan honor untuk guru ngaji dan para kader posyandu selama enam bulan.

Selain itu, Kades juga dituduh memalsukan tandatangan  Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) bernama Amin.

Ketua LSM Koalisi Percepatan Pemberantasan Korupsi (KPPK) Provinsi Lampung, Suhardi DS mengatakan untuk mengetahui sejauh mana kebenaran isu yang berkembang tersebut , dirinya berusaha melacak dan melakukan investigasi ke pihak-pihak terkait yang erat hubungannya dengan berita tak sedap tersebut.

Didalam penelusuran mencari data, keterangan dan fakta di lapangan, Ketua Uumum LSM KPPK Provinsi Lampung itu telah berhasil menemui bebrapa orang yang dianggap dapat memberi keterangan yang diperlukan.

Mereka adalah, pertama, Ponija (Kadus VI), Rantun (Istri Ponijan yang juga anggota PKK), Waris (Ketua RT 12/RW06), Sulyati (Kader Posyandu), Khoirudin (Kasi Pertahanan), Syaipul (Dusun II) dan Ngatiman (Dusun VI).

Mereka menyatakan bahwa honor di tahun 2019 diterima penuh selama enam bulan. Tiadak ada yang tertinggal.

Atas dasar itulah, Ketua LSM KPPK Provinsi Lampung mengambil kesimpulan bahwa isu yang merebak itu ternyata tidak benar adanya. “Hanya muatan politik yang sengaja untuk menjatuhkan nama baik Suwondo,” kata Suhardi, Selasa (28/07/2020).

Menurut Suhardi, berdasarkan hasil investigasi di lapangan ternyata tidak ada uang negara yang digelapkan oleh Kepala Desa Pancasila Suwondo.

Sementara itu, Kepala Desa Pancasila Suwondo sangat berterimakasih atas apa yang dilakukan oleh LSM KPPK Provinsi Lampung itu.

Ternyata hasilmnya tidak mendapatkan penyalahgunaan uang negara dan berita jelek yang beredar sengaja diciptakan oleh seseorang untuk menjatuhkan namana baiknya.

Kemudian, Suwondo mengatakan masalah tuduhan memalsukan tandatangan Kaur Kesra, saudara Amin, sebetulnya tidak ada. “Tidak mungkinlah saya memalsukan tandatangan Kaur Kesra,” kata Suwondo.

Dia mengungkapkan Amin yang mengambil honornya tidak mau menandatangani bukti pengambilan yang sengaja sok lupa.  “Sampai sekarang bukti pengambilan honor itu tetap kosong, tidak ada yang memalsukan tandatangan,” tegas Suwondo.

Selanjutnya untuk kelancaran tugas-tugas Linmas dan Poldes di bidang trasportasi, Suwondo mengambil langkah bijak, dimana satu unit mobil Kijang Super miliknya diserahkan untuk investasi tugas-tugas Linmas dan Poldes.

Menurut Suwondo, dirinya sudah berusaha berbuat baik untuk warga desanya, tinggal tergangtung masyarakatnya lah yang bisa menilai atas kepemimpinnya selama ini.

Namun demikian, kata Suwondo warga desa yang berhasil ditemui tetap menginginkan Suwondo untuk melanjutkan sebagai Kepala Desa Pancasila.

Selanjutnya memonitoring kegiatan pembangunan fisik yang sumberdanannya dari Dana Desa tahun 2020 berupa jalan rabat beton, yang terletak di Dusun V, dan Dusun VI sepanjang 106 meter.

Pemugaran pagar makam di Dusun V, pemugaran sarana dan prasarana lapangan olahraga dan taman dan talud yang semua sudah selesai ddikerjakan.  (Mar)

Komentar