oleh

Dua Direksi PT.LEB Mundur. Nizwar Affandi : Audit BUMD

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dua direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung PT. Lampung Energi Berjaya (LEB) dikabarkan mengundurkan diri. Keduanya adalah Direktur Utama PT. LEB Ansyori Djausal dan salah satu Direktur Dr.H. Nuril Hakim Yohansyah. Mundurnya dua tokoh itu dinilai sebagai momentum untuk mengaudit BUMD.

Meski tidak membantah, namun keduanya masih enggan berkomentar. Direktur Utama PT.LEB, Ansyori Djausal, mengelak saat dikonfirmasi soal pengunduran dirinya,”Saya masih rapat, saya gak bisa komentar soal itu ya,” kilahnya.

Begitu juga Nuril Hakim Johansyah, meski tidak membenarkan juga tidak membantah.”Saya no comment dulu ya,” ujar tokoh Lampung yang biasa dipanggil Udo Nuril ini.

Kabar pengunduran diri keduanya disampaikan Pemerhati Pembangunan Daerah, Nizwar Affandi, di WhatsApp Group (WAG) Pusiban Lampung, Rabu (22/07/2020).”Turut prihatin dengan pengunduran diri Udo Nuril Hakim dan Bang Anshori Djausal dari PT Lampung Energi Berjaya (LEB), BUMD milik Pemprov Lampung yang baru dibentuk seumur jagung,” ujar Nizwar Afandi.

Nizwar mengaku selama lebih dari 25 tahun secara pribadi mengenal dua orang senior ini, keduanya guru-guru yang membentuk karakter dan mengajari banyak sekali pengetahuan dan keterampilan.”Mereka berdua menurut saya adalah Living Legend dengan pengalaman panjang dan kemampuan yang diakui lebih dari tiga dasawarsa,” terangnya.

Menurutnya, apapun latar belakang peristiwa yang menyebabkan pengunduran diri mereka berdua, Lampung telah kehilangan kesempatan sentuhan emas dari dua orang legenda hidup itu untuk membangkitkan Lampung melalui BUMD yang profesional, kuat dan sehat.”Mereka berdua sudah selesai dengan dirinya masing-masing, tidak ada lagi capaian individual yang masih harus mereka kejar lagi.
Tentu ada alasan yang sangat fundamental sehingga mereka sampai harus mengambil jalan mengundurkan diri, apa itu? Wallahualam bishowab,” ungkapnya.

Menurut saya ini momentum untuk mengevaluasi semua BUMD milik Pemprov, khususnya PT Wahana Raharja dan PT Lampung Jasa Utama yang sudah jauh lebih dulu dibentuk.”Perlu dilakukan audit investigatif terhadap semua BUMD, bukan hanya terkait kondisi keuangan dan keberadaan aset-asetnya, tetapi juga kompetensi dan integritas jajaran direksi maupun komisarisnya,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, tentu saja refocusing kegiatan usahanya dan restrukturisasi personalia yang kompatibel dengan fokus kegiatan usahanya,”Tanpa melakukan itu saya kira akan sulit jika kita ingin mengejar ketertinggalan kapasitas BUMD kita dibandingkan dengan BUMD Provinsi lainnya apalagi dengan BUMD-BUMD milik Pemprov DKI Jakarta,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun, PT. Lampung Energi Berjaya merupakan salah satu BUMD milik Pemprov Lampung yang baru beberapa bulan dibentuk. Di jajaran Komisaris diisi oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung Prihantono, Djauhari, Irfan Toga, dan Jefri.

Sementara, di bagian Direksi diisi oleh tokoh-tokoh Lampung yakni Ansyori Djausal, Heri Wardoyo, Nuril Hakim Djohansyah.(Tim/Maryadi)

Komentar