oleh

Dewi Handajani: Angka Stunting di Tanggamus Masih Tinggi

Harianpilar.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani,SE.MM mengatakan bahwa prevalensi stunting di beberapa pekon di Kabupaten Tanggamus masih cukup tinggi. Penyakit stunting memiliki dampak buruk yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek perkembangan otak anak stunting menurun sebanyak 30% dari anak yang normal.

“Pencegahan dan penanggulangan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja tetapi butuh peran dari berbagai sektor secara aktif termasuk para ibu-ibu kader PKK dan kader posyandu,” kata Bupati pada saat menghadiri sekaligus melaunching penyerahan bantuan dana operasional dan pakaian olah-raga bagi posyandu balita/lansia se Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 serta bakti sosial (Baksos) yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus di GSG Pekon Gisting Bawah Kecamatan Gisting, Selasa (14/07/2020).

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini Tanggamus secara keseluruhan terdapat 1.093 Posyandu dengan rincian 687 posyandu balita dan 406 posyandu lansia, dengan jumlah total kader sebanyak 4888 orang. Dengan jumlah kader dan Posyandu sedemikian banyak ini menandakan betapa pentingnya keberadaan posyandu di Kabupaten Tanggamus.

Tugas dari para kader ini cukup berat para kader harus mampu memberikan informasi atau penyuluhan dan pelayanan kesehatan berupa kecukupan gizi dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) pada sasaran Posyandu serta tugas lainnya.

Ditambah lagi dimasa pandemi covid 19 maka tugas menyampaikan informasi dan sosialisasi pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan ke warga masyarakat oleh para ibu-ibu kader semakin dibutuhkan dan diharapkan.

“Saya berharap dengan dilakukannya penyerahan dana operasional Posyandu sebesar Rp 750.000 pada Posyandu pada 1.093 posyandu se Kabupaten Tanggamus dan penyerahan pakaian olahraga kepada 4.888 kader Posyandu se Kabupaten Tanggamus,” katanya.

Dia mengharapkan pelayanan kepada masyarakat khususnya ibu hamil anak balita dan lansia semakin maksimal serta dapat bermanfaat dan memotivasi kader untuk tetap aktif membantu dalam penyelenggaraan Posyandu sehingga dapat mempertahankan upaya upaya pemberdayaan kader posyandu.

“Saya berharap juga perempuan sebagai kader Posyandu di Tanggamus bukan hanya sekedar ada, tapi harus mampu menunjukkan kapasitasnya dalam melayani dan memberikan informasi yang tepat terhadap kesehatan dan kecukupan gizi anak ibu hamil dan menyusui,” kata dia.

Pada hari ini pula tim penggerak PKK Kabupaten Tanggamus mengadakan acara bakti sosial memberikan bantuan berupa makanan tambahan bagi anak-anak yang terdampak covid 19 dan penting saya ucapkan terima kasih atas partisipasi pihak-pihak terkait khususnya kepada TP PKK dan dinas PMD sehingga penyelenggaraan kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Sementara Ketua TP PKK Hj. Sri Nilawati Syaf’i, menyampaikan sehubungan dengan kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini, beberapa hal yang dapat

kami laporkan kepada ibu Bupati adalah  bantuan dana operasional bagi posyandu yang kita berikan pada hari ini dengan tujuan, yaitu Bantuan Dana Operasional digunakan untuk mendukung berbagai program yang dilaksanakan dan dikembangkan di Posyandu, Memberikan motivasi dan memupuk semangat masyarakat, untuk terus berpartisipasi secara optimal dalam pengembangan dana sehat di Posyandu.

“Kami dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus memberikan perhatian kepada Balita Stunting dan Balita Terdampak Covid-19 dengan memberi bantuan makanan tambahan, dengan harapan Balita-Balita tersebut tetap mendapat asupan gizi, sehingga tetap sehat dan bisa menjadi Sumber Daya Manusia yang berkualitas,” ujar dia.

Dalam upaya penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Tanggamus, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanggamus bersama kader sudah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi, edukasi ke masyarakat melalui pokja-pokja PKK,khususnya Pokja IV PKK sampai ketingkat pekon bahkan sampai di

tingkat Posyandu. TP-PKK akan menyalurkan Bantuan Makanan Tambahan sebanyak 500 Paket yang diprioritaskan ke anak balita berumur 1-2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan) dan Balita terdampak Covid-19.

Harapannya, kegiatan ini sebagai stimulan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan makanan anak balita agar terbentuk generasi yang sehat dan berkualitas.

Laporan Sekretaris Pokjanal Posyandu Idham Khalid, AZ, SH.MM., tujuan diberikan bantuan dana operasional Posyandu balita dan lansia adalah untuk mendukung kegiatan yang ada di Posyandu sehingga diharapkan kegiatan atau program-program yang ada di Posyandu dapat berjalan secara maksimal.

Kegiatan penyerahan perdana hari ini dihadiri oleh 76 orang ketua kader Posyandu terdiri dari 48 posyandu balita  dan 28 Posyandu lansia Kecamatan gisting, 61 orang ketua kader Posyandu terdiri dari 33 Posyandu balita dan 28 Posyandu lansia Kecamatan Sumberejo, 20 orang Camat se Kabupaten Tanggamus dan kepala OPD terkait.

Jumlah posyandu juga mengalami peningkatan yakni tahun 2019 berjumlah 1070  posyandu dan untuk tahun 2020 ini berjumlah 1093 Posyandu artinya dalam kurun waktu 1 tahun jumlah Posyandu kita mengalami peningkatan sebanyak 23 posyandu.

Bantuan dana operasional juga mengalami peningkatan yang mana dari tahun sebelumnya Rp 650.000 dan untuk tahun ini menjadi di Rp 750.000, di samping menerima bantuan dana operasional kepada para kader Posyandu balita dan lansia se Kabupaten Tanggamus juga akan diberikan kaos olahraga.

Hadir juga Wakil Bupati AM.Syafi’i, Plh. Sekretaris Daerah  Sukisno, Staf Ahli Bupati Firman Rani, Ketua TP PKK Hj. Sri Nilawati Syaf’i, Kadis PMD Idham Khalid,AZ. SH, Kadis Kesehatan Taufik Hidayat, Kadis Kominfo Sabaruddin, Para Camat se Tanggamus, Uspika Kecamatan Gisting, serta para Kader PKK dan Kader Posyandu se Tanggamus. (Ron/kominfo)

Komentar