oleh

Geledah Kantor Bupati dan Dinas PUPR Lamsel KPK Tetapkan Tersangka Baru

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sudah menetapkan tersangka baru dalam pengembangan kasus suap proyek infrastruktur yang menjerat mantan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Zainudin Hasan dan beberapa orang lainya. Penggeledahan yang dilakukan KPK di Kantor Dinas PUPR dan Kantor Bupati Lamsel bagian dari proses penyidikan.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, KPK memang sudah menetapkan tersangka dalam pengembangan kasus suap proyek infrastruktur yang menjerat mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan.”Iya benar mas, dalam pengembangan ini KPK sudah menetapkan tersangka. Tapi baru akan diumumkan kalau sudah ada penangkapan,” ujar Juru Bicara KPK, Ali Fikri, pada Harian Pilar, Senin (13/07/2020).

Menurutnya, penggeledahan yang dilakukan Tim KPK di Kantor Bupati dan Dinas PUPR Lamsel merupakan bagian dari penyidikan dalam pengembangan kasus suap tersebut.
“Kami informasikan bahwa saat ini KPK sedang melakukan penyidikan terkait pengembangan perkara dugaan suap yang berhubungan dengan proyek-proyek infrastruktur di Lamsel yang sebelumnya KPK telah pula menetapkan beberapa orang sbg tsk dan perkaranya telah berkuatan hukum tetap diantaranya Zainudin Hasan dkk,” ujar Ali Fikri.

Menurutnya, saat ini Tim penyidik KPK sedang melakukan pengumpulan alat bukti dan akan melakukan penyitaan,”Barang yang sudah diamankan antara lain dokumen-dokumen yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan akan dilakukan penyitaan setelah mendapatkan ijin dari Dewas KPK,” terangnya.

Menurut Ali, KPK saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena sebagaimana telah disampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

“Perkembangan berikutnya nanti akan kami sampaikan kepada masyarakat dan rekan-rekam media,” pungkasnya.(Rls/Tim)

Komentar