oleh

PKH Tanggamus Gelar Diskusi

Harianpilar.com, Tanggamus – KPM (keluarga penerima manfaat) dalam penyelenggaraan kesejahteraan adalah orang-orang yang mengalami keterbatasan secara sosial-ekonomi intelektual dan emosional, karenanya mereka memerlukan bantuan orang lain untuk dapat memahami maksud dan tujuan program kesejahteraan sosial.

Hal ini yang mendasari perlunya pendampingan sosial penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja pendamping sosial pada program kesejahteraan sosial.

Dalam hal ini supervisor PKH Tanggamus (program keluarga harapan) mengadakan diskusi dan menerangkan mengenai hal terkait, di kantor Pekon Singosari, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus, Selasa (07/07/2020).

Supervisor PKH Tanggamus Nella Kurnia Anggraini S. Tr.Sos memberikan pengarahan mengenali indikator keberhasilan program keluarga harapan PKH adalah graduasi keluarga penerima manfaat KPM PKH untuk mandiri dan secara suka rela melepaskan diri untuk tidak lagi menerima bantuan sosial keluarga harapan yang selama ini didapatkannya,” jelasnya.

Di katakannya juga bahwa ada dua jenis graduasi yaitu graduasi mandiri dan graduasi alami. Graduasi mandiri itu permintaan secara sukarela dari penerima untuk tidak menerima bantuan PKH, ini dilakukan apabila KPM tersebut merasa sejahtera ekonominya stabil mengingat sarana dari PKH hanya ditujukan kepada keluarga miskin.

Sedangkan graduasi alami,yaitu berhenti menjadi penerima PKH karena komponen habis seperti sudah bukan siswa SMP atau SMA lagi, bagi siswa/siswi penerima PKH akan otomatis terhenti apabila yang bersangkutan berhenti sekolah,” tambahnya.

Sementara itu Sigit Fajriyanto, Kepala Pekon Singosari mengharapkan bagi masyarakat yang telah mapan ekonominya dan telah memiliki usaha yang sudah menghasilkan  agar mengikuti graduasi mandiri,karna hal ini dapat meringankan keuangan negara kita.

Beliau pun mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah yang telah memakmurkan masyarakatnya,” pungkasnya. (ron)

Komentar