oleh

Siapkan Bilik Khusus Pemilih Bersuhu Tinggi

Harianpilar.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan bilik suara khusus di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pilkada 2020. Bilik khusus itu diperuntukkan bagi pemilih yang suhu badannya di atas 38 derajat celcius alias demam.

Anggota KPU RI, Ilham Saputra, mengatakan, rencana tersebut sudah dituangkan dalam peraturan KPU (PKPU) tentang tahapan Pemilu pasa  masa bencana nonalam. Salah satu aturan yakni soal penerapan protokol pencegahan wabah covid-19.

“Misalnya, ada pemilih yang suhunya lebih dari 38 derajat celcius diukur pakai thermogun, maka kami akan membuat TPS khusus di setiap TPS untuk mereka,” kata Ilham dalam webinar Politika Research and Consulting, seperti dilansir suara.com, Minggu (28/06/2020).

Protokol kesehatan lainnya yang wajib dipatuhi para pemilih adalah, menggunakan masker hingga sarung tangan sekali pakai saat melakukan pencoblosan di bilik suara.

Bahkan, kata Ilham, guna mengurangi risiko penyebaran covid-19, paku untuk mencoblos surat suara akan disterilkan secara berkala.

Begitu pula penggunaan tinta celup tanda sudah mencoblos, akan digantikan dengan tinta tetes.”Kami sediakan sarung tangan plastik untuk setiap pemilih. Itu supaya jaga-jaga saat memegang paku coblosan,” pungkasnya.

*****Kerawanan Meningkat

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fathikhatul Khoiriyah mengatakan, kerawanan Pilkada di masa pandemi covid 19 semakin meningkat. Menurutnya hal itu merujuk penelitian penelitian data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Plkada serentak tahun 2020 di Provinsi Lampung.

“Karenanya kerja-kerja jajaran pengawas pemilu harus tetap maksimal bersama seluruh stakeholders pemilu (pengawasan),” ujarnya.

Dalam IKP terbaru Per Juni 2020, Bawaslu telah memetakan kerawanan pilkada kabupaten/kota di Provinsi Lampung dalam 4 (empat) konteks/aspek. “Yakni konteks Pandemi Covid 19, konteks dukungan infrastruktur, konteks politik dan konteks sosial,” terusnya.

Aspek yang diukur dalam konteks pandemi adalah anggaran pilkada terkait Covid-19, data terkait Covid-19, dukungan pemerintah daerah, resistensi masyarakat terhadap penyelenggaraan pilkada, dan hambatan pengawasan pemilu akibat wabah Covid-19.

“Kemudian, aspek yang diukur dalam konteks infrastruktur dalam kondisi pandemic ini adalah dukungan teknologi informasi di daerah dan sistem informasi yang dimiliki penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Sementara dalam konteks politik aspek yang diukur adalah keberpihakan penyelenggara pemilu, rekruitmen penyelenggara pemilu yang bermasalah, ketidaknetralan ASN, dan penyalahgunaan anggaran.

“Sedangkan dalam konteks social aspek yang diukur adalah gangguan keamanan (seperti bencana alam dan bencana sosial) serta aspek kekerasan atau intimidasi pada penyelenggara Pemilu,” lanjutnya.

Kota Bandar Lampung masuk kategori rawan tinggi dalam konteks pandemic dengan skor IKP 58,47. Disusul Kabupaten Pesisir Barat (50,85), Way Kanan (50) dan Kota Metro (45,76) masuk kategori rawan sedang. “Selanjutnya Kabupaten Lampung Timur (40,68), Lampung Selatan (40,68), Lampung Tengah (40,68) dan Kabupaten Pesawaran (35,59) masuk kategori rawan rendah,” paparnya.

Dalam konteks dukungan infrastruktur, Kabupaten Lampung tengah dan Lampung Selatan masuk kategori rawan tinggi dengan skor IKP masing-masing 70,73 dan 58,54. Disusul Kabupaten Lampung Timur (56,10), Pesisir Barat (53,66), Way Kanan (53,66), Kota Bandar Lampung (51,22) Kota Metro (43,90) dan Kabupaten Pesawaran (43,90) masuk kategori rawan sedang. “Di aspek ini tidak ada kabupaten/kota yang masuk kategori rawan rendah,” kata dia.

Berikutnya, dalam konteks politik sebanyak 1 kota dan 2 kabupaten masuk kategori rawan tinggi yakni Kota Bandar Lampung (67,92), Kabupaten Lampung Selatan (67,92) dan Kabupaten Lampung Timur (62,89). Lalu Kabupaten Pesisir Barat (55,97), Kabupaten Way Kanan (51,57) dan Kabupaten Lampung Tengah (50,94) kategori rawan sedang. “Sisanya yakni Kabupaten Pesawaran (47,17) dan Kota Metro (41,51) masuk kategori rawan rendah,” terangnya.

Sedangkan dalam konteks social, Kabupaten Lampung Tengah menduduki peringkat rawan tinggi dengan skor IKP 61,11. Sisanya yakni Pesisir Barat, Kota Metro, Lampung Timur, Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan dan Way Kanan masuk kategori rawan sedang dengan skor yang sama yakni 44,44. “Di aspek ini juga tidak ada kabupaten/kota yang masuk kategori rawan rendah,” ucapnya.

Dengan demikian, dalam penelitian untuk mengukur skor IKP Pilkada tahun 2020, Bawaslu telah menetapkan penggolongan skor indeks kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 Kabupaten/kota hingga provinsi, yakni Skor 0,00 s.d 43.06 (kategori rawan rendah); skor 43,07 s.d 56.94 (kategori rawan sedang) dan skor diatas 56.95 kategori rawan tinggi.

“Penelitian dan identifikasi tentang IKP ini dilakukan oleh jajaran Pengawas Pemilu se-Lampung dengan memperhatikan konteks IKP, bekerjasama dengan pihak terkait seperti KPU, Pemerintah daerah, Kepolisian, Disdukcapil, Kesbangpol dan pemangku kepentingan lainnya,” ungkapnya.

Melihat data IKP tersebut, Bawaslu Lampung merekomendasikan lima hal kepada seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020.

Pertama, memastikan penyelenggara, peserta, pendukung, dan pemilih menerapkan protokol Kesehatan dalam pelaksanaan tahapan verifikasi faktual calon perseorangan dan pemutakhiran dan pemilih.

Kedua, koordinasi para pihak dalam keterbukaan informasi terkait penyelenggaraan pemilihan dan perkembangan kondisi pandemi Covid-19 di setiap daerah.

Ketiga, memastikan dukungan anggaran penyediaan alat pelindung diri (APD) dalam pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah 2020.

Keempat, menjaga kemandirian aparatur pemerintah dari penyalahgunaan wewenang  dan anggaran penanggulangan Covid-19.

Dan kelima, menerapkan penggunaan teknologi informasi yang sesuai dengan kondisi geografis dan kendala yang dialami oleh penyelenggara pemilu.

Lima rekomendasi Bawaslu ini bersifat intruksi ke jajaran pengawas pemilu hingga tingkat desa/kelurahan dan TPS di Provinsi Lampung sebagai langkah-langkah antisipasi, koordinasi dan solusi pasca keluarnya data IKP Pilkada serentak tahun 2020 di Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui terdapat 8 (delapan) kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun 2020, yakni; Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten, Lampung Timur, Kabupaten  Lampung Tengah, Kabupaten Way Kanan dan Kabupaten Pesisir Barat. (Maryadi)

Komentar