oleh

Istri Anggota DPRD Tanggamus Minta Daftar Penerima BST Diapus

Harianpilar.com, Tanggamus – Merasa janggal dan tidak tepat sasaran, istri anggota DPRD Tanggamus kembalikan dan minta dihapus namanya dari daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).

Keseriusan permintaan penghapusan nama penerima BST atas nama Umayah (36) warga Pekon Gunung Meraksa Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus itu, ditungkan dalam surat pernyataan bermaterai 6000 yang berisikan pernyataan untuk tidak akan mencairkan dana tersebut.

Irsi Jaya, anggota DPRD Tanggamus dari Dapil IV yang merupakan suami dari Umayah yang menerima BST tersebut mengatakan, permohonan pencoretan nama istrinya dari daftar penerima BST itu, sebelumnya sudah disampaikan pada Bupati Tanggamus dan Kadis Sosial dan Camat Pulau PanggungKabupaten setempat melalui pesan WhatsApp.

“Selain itu juga, saya sudah buat pernyataan secara terbuka di akun Facebook di akun Irsi Jaya Pangsang pada tanggal 13 Mei 2020 lalu, kemudian kembali diunggah di akun yang sama pada tanggal 18 Mei 2020 bahwa dana tersebut diserahkan kepada orang yang lebih berhak menerimanya yaitu warga Pekon Batu Bedil Kecamatan Pulau Panggung,” ujar Irsi, Jumat (29/05/2020).

Irsi mengaku, meskipun dirinya sudah mempostingnya di medsos, namun masih merasa terganggu dan khawatir akan penilaian masyarakat, sehingga dirinya perlu membuat surat pernyataan secara tertulis dan disaksikan oleh aparat pekon setempat.

“Kami rasa ini tidak tepat sasaran, sementara masih banyak keluarga lain yang lebih pantas dan membutuhkan bantuan tersebut, apalagi dalam masa pandemi saat ini,” ungkapnya.

Irsi juga mempertanyakan pendataan pihak terkait, atas tidak tepat sasarannya penyaluran bantuan sosial tersebut, dan bagaimana sistem yang diterapkan dari pengambilan data itu. Sementara banyak keluarga yang seharusnya layak mendapatkan bantuan, malah tidak dapat.

“Yang jadi pertanyaan dibenak kami, selama ini, sejak tahun 2001 kami menetap di sini tidak pernah menerima bantuan apapun, kenapa sekarang setelah saya jadi anggota DPRD kami dapat bantuan tersebut,” ungkapnya pula.

Selanjutnya Irsi berharap agar kiranya sebagai pemikiran dan bahan untuk dinas terkait untuk melakukan pembenahan dan pemutakhiran data yang ada dimasyarakat, yang mana yang layak dan yang tidak layak.

“Saya harap untuk kedepannya, setiap bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah dimasyarakat, karena carut marutnya data sehingga tidak tepat sasaran. Jadi perlu adanya pembenahan dengan serius, sebab kasihan juga aparatur pekon yg menjadi sasaran masyarakat yg tidak menerima bantuan, sementara mereka sudah bekerja sesuai aturan dan acuan dari atasannya,” harapnya. (Agus/Ron).

Komentar