oleh

Herman HN Tekankan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menggelar apel Kesiapan Penegakan Disiplin Mematuhi Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 yang dilaksanakan di halaman kantor Pemkot setempat pada Sabtu (30/05/2020).

Pelaksanaan apel tetsebut dipimpin langsung oleh Walikota Bandarlampung, Drs. H. Herman HN, MM dan dihadiri oleh Dandim 0410, Kapolresta Bandarlampung, Kasat Pol PP, dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 kota Bandarlampung.

Walikota Bandarlampung, Herman HN dalam sambutannya mengatakan, kegiatan apel hari ini merupakan kesiapan penegakan disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan covid 19 di kota Bandarlampung dalam menghadapi the new normal.

“Ini merupakan pemantapan lagi, kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid 19 kota Bandarlampung lebih mewajibkan kepada masyarakat untuk mulai membiasakan diri menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, sementara untuk pedagang dan pembeli harus menggunakan sarung tangan,” ungkapnya.

Menghadapi new normal, Herman mengaku, sebelumnya pihaknya memang sudah melakukan pemberlakuan new normal di kota Bandarlampung, yakni kondisi normal yang dapat diartikan menjalani kehidupannya senormal mungkin ditengah pandemi ini.

“Saya dari awal tidak menutup swalayan, rumah makan, hotel, namun semuanya menggunakan protokol kesehatan. Karena nyawa manusia yang pertama harus kita selamatkan dan ekonomi kita juga harus bagus dan tetap berjalan karena ini untuk kesinambungan hidup masyarakat,” terangnya.

Herman HN menghimbau, kepada semua swalayan untuk mematuhi protokol kesehatan, jikalau kedapatan ada yang melanggar maka akan di berikan sanksi tegas.

“Saya bilang dengan tim untuk menutup, atas nama saya, asal ini nyata swalayan tersebut tidak melaksanakan protokol kesehatan, dan untuk masyarakat yang tidak memakai masker kita suruh push up,” imbaunya.

Herman HN, selalu mengingatkan agar masyarakat tidak terpapar covid 19, semua harus disiplin dan komit dengan semua ketentuan atau protokol kesehatan.

“Untuk tempat usaha seperti hotel, swalayan, rumah makan, tempat hiburan seperti karaoke boleh dibuka dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada, sementara untuk sektor pariwisata seperti laut kita lihat nanti, kalau gerombolan gak boleh, kita harus atur jarak dan gak boleh deketan,” tutupnya. (Harry)

Komentar