oleh

Cekcok Anak, Dua Warga Air Naningan Saling Serang

Harianpilar.com, Tanggamus – Dua pria warga Dusun Simpang Jering Pekon Sinar Sekampung, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus saling serang dengan senjata tajam.

Akibatnya, dari duel maut tersebut, seorang pria bernama Andra Guta (50) harus dirawat di rumah sakit karena sejumlah luka bacok di tubuhnya. Sedangkan Mawari (60) harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan dikurung di sel tahanan Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus.

Mirisnya, meraka bahkan sebenarnya masih memiliki ikatan keluarga dan pertengkaran itu hanya diakibatkan perselisihan anak-anak mereka yakni Diky Pranata bin Andra Guta (21) dan Sendi Fernando (19) bin Mawari.

Kapolsek Pulau Panggung Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora, SH memaparkan bahwa pemabacokan dialami korban terjadi pada Jumat tanggal 29 Mei 2020 sekitar pukul 18.30 Wib bermula perkelahian antara Diky Pranata dan Sendi Fernando.

“Dalam perkelahian itu, sempat dipisah oleh masyarakat. Kemudian keduanya pulang ke rumah masing-masing. Namun tidak lama kemudian, dengan mengunakan sepeda motor korban Andra Guta disusul anaknya mendatangi rumah pelaku Mawari,” kata Iptu Ramon Z mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Sabtu (30/05/2020).

Kapolsek Pulau Panggung menuturkan, selanjutnya korban Andra Guta berusaha menabrakan sepeda motornya kepada Mawari, sehingga terjadilah penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan sebilah golok.

“Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka bacok dilengan kanan bagian, sikut kiri bagian luar, jari kelingking sebelah kiri, sehingga korban dirujuk RS Panti Secanti Gisting,” ungkapnya.

Atas hal itu, sambung Iptu Ramon, pihaknya langsung mengamankan Mawari guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengamankan barang bukti serta berkoordinasi dengan Babinsa, aparat pekon dan tokoh masyarakat guna memastikan situasi kondusif.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sebilah golok sepanjang kurang lebih 50 Cm bergadang kayu warna cokelat tua bersarungkan kayu berwarna cokelat muda. Juga berkoordinasi dengan Uspika, Pekon dan keluarga agar menjaga situasi yang kondusif,” ujarnya.

Kesempatan itu, Kapolsek menghimbau masyarakat, keluarga kedua pihak untuk menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan tidak main hakim sendiri.

“Saat ini pelaku diamankan dan dipersangkakan pasal 351 KUHPidana, ancaman maksimal hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (Agus/Ron).

Komentar