oleh

Genjot Hasil Pertanian, Desa Sabah Balau Bangun Jalan Usaha Tani

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Guna menggenjot hasil pertanian dan perkebunan, Pemerintah Desa Sabah balau, , Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan (Lamsel), membangun jalan usaha tani yang tersebar dibeberapa titik. Jalan berupa rabat beton itu dianggarkan melalui dana desa (DD) 2020 tahap pertama.

Kepala Desa Sabah Balau Pujianto, menerangkan pembangunan jalan rabat beton sebagai jalan usaha tani dinilai penting kerena selama ini mobilisasi pertanian masyarakat kerap terhambat akibat buruknya infrastuktur jalan.

“Pembangunan ini untuk menjawab harapan petani memiliki jalan yang mulus. Karena jalan tanah selama ini jalan tanah yang ada kerap menghambat mobilisasi pertanian. Apalagi saat musim hujan,” terang Pujianto, di kantornya, Minggu (17/05/2020).

Pujianto menerangkan, pembangunan jalan rabat beton tersebar dibeberapa titik yakni di Dusun I A dengan lebar 3 meter x 200 meter, kemudian di Dusun I C, dengan lebar 2,5 meter x 160 meter, di Dusun II dengan lebar 2,5 meter x 172 meter dan di Dusun III dengan lebar 2 meter x 170 meter.

Dia mengatakan dengan dibangunnya jalan rabat beton tersebut akses transportasi petani dalam mengangkut hasil bumi akan menjadi lancar. Bahkan, pihaknya berkeyakinan akan meningkatkan nilai jual hasil produksi petani.

“Tentu, kalau akses transportasinya lancar dan bagus, pasti nilai jualnya akan meningkat. Selama ini petani terkendala di akses jalannya yang masih berupa tanah. Jelas akses mereka tersendat dan berpengaruh dengan nilai jualnya,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan kucuran Dana Desa ini, karena membantu desa untuk meningkatkan segala lini pembangunan untuk mewujudkan pembangunan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mengucurkan Dana Desa, karena melalui Dana Desa inilah kami terus berusaha menggenjot pembangunan. Untuk kali ini kami di Desa Sabah Balau membangun rabat beton.

Lebih jauh Pujianto mengungkapkan dengan wabah yang menyerang bangsa Indonesia ini, pihaknya melakukan penyemperotan disinfektan. Penyemprotan disinfektan dilakukan sering kali dilakukan ke seluruh rumah penduduk dan fasilitas umum (Fasum). Dia mengajak masyarakatnya untuk bersama sama memberantas penyebaran virus covid 19 ini agar tidak mewabah.

“Mari sama sama memberantas virus corona ini karena dengan bersama sama kita pasti bisa,” ajaknya.

Kegiatan ini juga sekaligus sosialisasi tentang bahaya virus korona dan himbauan agar masyarakat tetap di rumah. Kades menegaskan bahwa virus corona telah menjadi permasalahan bersama.

“Kita harus melawan bersama, masyarakat harus disiplin mengikuti anjuran pemerintah jangan sampai kita menyesal setelah jatuh korban,” katanya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada warga yang datang setelah bepergian dari daerah yang sudah terpapar atau dari luar negeri untuk melapor kepada tim di Pemerintahan Desa setempat.

“Kepada warga yang datang setelah bepergian dari daerah terpapar corona dimohon kesadarannya untuk melapor kepada tim kami di desa,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja, penyemperotan disinfektan menggunakan mobil patroli di jalan-jalan raya juga dilakukan.

Pembuatan Posko Civid-19 dilakukan di enam titik, tepatnya disetiap pintu masuk desa. Dia mengungkapkan membangun Posko COVID-19 sebagai upaya pencegahan dan penanganan penyebaran virus yang menjadi pandemi global tersebut.

Di setiap posko diberikan alat deteksi untuk mengukur suhu badan.

Dia mengatakan, dengan adanya alat ukur suhu tubuh tersebut, setiap warga yang datang akan diukur suhunya. Aparat desa menyiapkan cairan pembersih tangan di setiap pintu masuk, sehingga tidak perlu mengantre terlalu panjang untuk menggunakannya.

Pembagian masker sebanyak 4.000 buah. Dia mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk kepedulian pihaknya untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Desa Sabah Balau.

“Selain membagikan masker dan sarung tangan, kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker jika keluar rumah, juga memberikan sosialisasi tentang pencegahan Covid 19 ini,” kata dia.

Ia menuturkan, penanganan penyebaran virus Corona tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan semata namun harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini salah satu dari program pemerintah untuk mencegah wabah virus Corona yang merebak di masyarakat. Jadi kami ikut partisipasi dan mendukung penuh,” ujarnya.

Pembangunan tower air sebanyak 14 buah yang ditempatkan di rumah-rumah ibdah.

Pujianto mengatakan untuk mengantisipasi kekurangan air saat kemarau, pihaknya berinisiatif menggunakan dana desa (DD) untuk membangun tandon air dan sumur bor di empat dusun yang ada.

“Program ini sudah saya mulai tahun 2020, sudah ada 14 tandon air yang tersebar di setiap rumah ibadah yang ada di Desa Sabah Balau. (mar)

Komentar