oleh

BLT Desa Gedung Mulya Diduga Bermasalah

Harianpilar.com, Mesuji – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Pemerintahan Desa Gedung Mulya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji menjadi polemik di tengah masyarakat desanya.

Pasalnya, bantuan tersebut banyak penerimanya banyak diantaranya Kaum Milenial yang berusia 30 tahun ke bawah.

Masyarakat kurang mampu mengeluh dengan adanya pembagian BLT yang dibagikan secara pilah – pilih oleh Pemerintahan Desa setempat, dan diduga tidak tepat sasaran, bahkan cendrung dapat dari latar belakang masyarakat menengah keatas.

“Sejak dikeluarkannya BLT sampai sekarang kami selaku warga kurang mampu, banyak yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Ya mas lihat kan tadi di Balai Desa sana, malah yang dapat itu anak-anak muda, ketimbang kami ini yang sudah Lansia dan sudah tidak bisa bekerja lagi”, kesal salah seorang warga yang sudah tua itu.

Iapun menambahkan, bantuan langsung tunai hanya dibagikan kepada orang terpilih saja. Sedangkan bagi warga kurang mampu tidak mendapatkan sama sekali seperti saya ini, sambil mewanti – wanti agar namanya jangan dituliskan.

Senada dengan warga yang diseputaran dekat rumah penerima BLT atas nama Nanang (26), menyesalkan cara pembagian BLT. “Sebenarnya untuk apa di kumpulkan semua KK kami setiap rumah. Jikalau yang dapat cuma orang terdekat Pemerintahan saja. Coba mas nilai saja lebih berhak siapa jika dari kasat mata, saya yang sudah tua renta ini atau mas Nanang yang masih terlihat gagah dan masih muda itu,” keluhnya, sambil berlalu dengan penuh kekecewaan di raut wajahnya.

Terpisah M. Sa’i Seketaris Desa Gedung Mulya berdalih, bawah BLT ini sudah kita data sedemikian rupa, dan kebetulan saja banyak penerimanya yang muda, karena para lansia sudah kita data di Banso Dinas Sosial Kabupaten Mesuji.

Ketika disinggung berapa jumlah penerima Bansos dari Dinas Sosial, Sekdes tersebut menjawab hanya 8 orang dari pengajuan 124 orang,” singkatnya.

Akibatnya, warga terdampak wabah Corona atau Covid-19 yang berhak menerima bantuan sosial dari Dana Desa maupun Pemerintah Kabupaten serta Kemenrian Sosial, menpertanyakan pendataan dan penyaluran bantuan sosial tersbut.

“Kami disini hanya sebatas mendata masyarakat terkait juklak juknisnya siapa yang harus didata, apakah warga miskin termasuk yang mendapat BLT serta Bansos dari Dinas Sosial yang terdampak Covid-19 kita data,” kata M. Sa’i Seketaris Desa Gedung Mulya.

Sekdes ini berdalih, kita sudah data semua mas, terkait kenapa BLT nya banyak penerima berusia muda, mukin itu keberulan saja mereka layak menerimanya karena mereka itu terdampak Covid-19 juga dan miskin.

“Ya penerima BLT semuanya berjumlah 102 KK, dan itu sudah kita data dari Rt maupun Rw nya. Kalau ditanya kenapa yang menerima banyak kaum Milenial, mukin kebetulan saja mereka memang layak menerimanya dan tergolong miskin,” elaknya lagi.

Saat di singgung, kenapa banyak kuam Lansia di Desa Gedung Mulya, sepertinya jarang mendapatkan BLT tersebut, Sekdes ini pun berdalih, mereka untuk para Lansia sudah kita masukan ke bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Mesuji, yang kita data semuanya ada 124 KK, nanti mereka masuk di Bansos dari Dinas Sosial.

“Jadi mereka para Lansia itu sudah kita data juga semuanya, ada sekitar 124 KK yang sudah kita data dan kita ajukan ke Dinas Sosial, tapi yang cuma di Acc dari sana hanya 8 KK dari yang kita ajukan 124 KK itu,” singkatnya dengan nada mulai sinis ke media ini.

Terpisah warga setempat dari awal meminta namanya untuk tidak di tuliskan mengaku, belum ada pendataan untuk pembagian bantuan warga terdampak Corona sejauh ini, ya kalau sudah di data pasti saya yang sudah tua dan tidak ada penghasilan ini lebih berhak ketimbang anak muda yang usianya masih 26 tahun dan tergolong sehat jasmani dan rohani itu mas.

“Saya sudah dengar kabar warga yang terdampak Corona bakal dapat bantuan dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten, tapi sampai sekarang nyatanya saya dan orang – orang tua tidak dapat bantuan juga, hanya bisa melihat di balai Desa Gedung Mulya tadi ada pembagian BLT secara langsung,” keluhnya.

Warga lainnya, meminta Pemerintah Desa atau Pemerintah Kabupaten tidak tebang pilih dalam pembagian bantuan, mengingat semua warga terdampak oleh Virus Covid-19 ini.

“Sebenarnya untuk apa dikumpulkan semua KK kami setiap rumah, jikalau yang dapat cuma orang terdekat Pemerintahan saja. Coba mas nilai saja lebih berhak siapa jika dari kasat mata. Saya yang sudah tua rentah ini atau mas itu yang usianya masih 26 tahun terlihat gagah dan masih muda itu,” keluhnya, sambil berlalu dengan penuh  kekecewaan di raut wajahnya. (Sandri)

Komentar