oleh

Proyek RSUDAM Tender Saat Pandemi, Banyak Kejanggalan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Tender proyek lanjutan pembangunan gedung perawatan non bedah milik Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) tahun 2020 senilai Rp28 Miliar yang dilakukan saat pandemi corona virus disease (Covid 19) ditemukan banyak kejanggalan. Hal ini terlihat dari adanya tender ulang dengan dalih tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat, hingga adanya persyaratan tender yang justru terindikasi diabaikan oleh kelompok kerja (Pokja) lelang.

Dari dokumen dan penelusuran Harian Pilar, pada tender pertama proyek ini dinyatakan gagal karena Pokja Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Pemprov Lampung yang menangani proyek ini beralasan tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan sesuai dengan dokumen tender dan kerangka acuan kerja (KAK).  Namun, panitia tender tidak memuat di LPSE dan tidak menjelaskan kepada 8 perusaahan yang menjadi peserta tender tentang hasil evaluasi yang menyebabkan 8 perusahaan itu tidak lolos, baik untuk evaluasi administrasi, evaluasi teknis dan evaluasi harga. Pokja hanya menmgirim melalui email ke peserta tender dengan menyebutkan tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan sesuai dengan dokumen tender dan kerangka acuan kerja (KAK).

Padahal, dalam dokumen pemilihan Nomor: 027/01/DokPel/05/Pokja05/III/2020 Tanggal: 12 Maret 2020 bagian Evaluasi Teknis disebutkan apa bila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka tender dinyatakan gagal. Dan Pokja pemilihan memasukkan hasil evaluasi teknis pada aplikasi LPSE, termasuk alasan ketidaklulusan peserta dalam evaluasi teknis. (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI SENIN 11 MEI 2020). (Tim/Maryadi)

Komentar