oleh

Riwayat Pasien Positif Corona. Dokter Swasta, Puskesmas, RS Advent

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Reihana membenarkan satu pasien dalam pangawasan (PDP) di Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RSUDAM) dinyatakan positif terinfeksi covid 19 atau corona. Pasien ini sempat memeriksakan diri di dokter swasta, Puskesmas Simpur dan Rumah Sakit Advent.

“Berdasarkan hasil dari Laboratorium Pengembangan Kesehatan Kemenkes, dan keterangan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, hari Rabu (18/03/2020) terkonfirmasi satu pasien dalam pengawasan (PDP) positif covid 19,” ujar Reihana dalam pesan suara yang dikirim ke wartawan, Rabu (18/03/2020).

Menurut Reihana, sample yang dikirimkan ke Lab berjumlah dua, yakni pasien yang dirawat di RS A. Yani Metro dan RSUDAM Bandarlampung. Hasilnya untuk pasien yang dirawat di A. Yani Metro dinyatakan negatif. Sementara yang di RSUDAM positif.

Reihana menjelaskan, pasien yang positif covid 19 ini yang melaporkan pertama adalah anaknya (32 tahun). “Alasan melapor karena khawatir, mendapat informasi pada tanggal 14 Maret 2020 dari perkumpulan jemaat Lampung bahwa ada satu orang jemaat yang yang meninggal dunia dengan diagnosa covid-19 di daerah Jawa Tengah dan ada informasi juga 1 orang jemaat sedang di rawat di Jakarta yang mana jemaat tersebut berada pada saat acara kegiatan yang sama dengan ayahanda pelapor,” terangnya.

Perjalanan penyakitnya, jelas Reihana, berawal pada tanggal 25 sampai dengan 28 Februari laki -laki 62 tahun tersebut menghadiri seminar di GPIB Aston Bogor dan tanggal 29 Februari pasien kembali ke Bandarlampung. Mulai merasakan gejala tanggal 3 Maret 2020 panas, batuk, makan minum mau, susah menelan sedikit suhu 37 derajat celcius.

“Lalu mengadakan periksa pertama dilakukan di praktek Dokter swasta. Ini Dokter ini juga akan kita tracing nanti. Selanjutnya periksa lab di rumah sakit Advent, ya diperiksa waktu itu dicurigai widal untuk tipoid dan lab lainnya.

Nah petugas lab-nya juga akan kita tracing.

Selanjutnya periksa di Puskesmas Simpur juga pada tanggal 13 Maret. Ya keadaannya, tekanan darahnya masih normal. Pasien belum menyatakan adanya riwayat kontak saat pertemuan di Bogor,” jelasnya.

Menurut Reihana, pasien ini awalnya tidak bercerita bahwa pernah kontak dengan yang acara di Bogor. “Tanggal 14 anak bapak tersebut datang lagi ke Puskesmas Simpur melaporkan informasi yang didapat dari perkumpulan jemaat dan pulang dibekali masker. Kemudian istri dari bapak ini kondisinya panik dan datang ke Puskesmas Simpur juga meminta rujukan BPJS untuk membawa pasien ke Rumah Sakit Abdul Moelok,” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, menurut Reihana, semua orang-orang yang pernah berhubungan sudah di data,”Jadi untuk informasi kami di Provinsi Lampung ini saya punya kebijakan kalau orang sudah masuk dalam Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sambil kita menunggu hasil dari laboratorium kita sudah melakukan tracing, dengan siapa saja dia bertemu, ya kontak itu sudah ada datanya, jadi tatkala hasil lab datang kita sudah tinggal melakukan pemeriksaan swap atau trecing terhadap orang-orang yang ditemui oleh bapak ini,” tandasnya.

Reihana menghimbau masyarakat agar tidak panik.”Ya jadi jangan panik. Insya Allah, mudah-mudahan kita doakan bersama balak ini bisa survive dan sehat. Dan alhamdulilah yang di Metro itu hasilnya negatif namun pasien tetap tidak boleh pulang sampai 2 kali hasil lab negatif, itu adalah untuk menjaga memutus mata rantai penularan. Mudah-mudahan tidak meluas ke masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, mengatakan, kasus positif virus corona di Indonesia kembali bertambah. Kekinian, ada sebanyak 227 orang yang dinyatakan positif mengidap virus corona.

Sebelumnya, kasus positif virus corona di Indnlonesia berjumlah 172 orang. Artinya, angka tersebut bertambah menjadi 55 kasus.

“Ada tambahan 55 kasus positif. Sehingga total keseluruhan sampai sekarang pada pukul 12.00 WIB adalah 227 kasus positif,” kata Yurianto dalam keterangan pers di Youtube BNPB seperti dilansir suara.com (jariangan Harian Pilar), Rabu (18/03/2020)

Tamabahan 55 kasus baru, kata Yurianto, terjadi pada tanggal 17-18 Maret 2020. Penambahan kasus tersebut begitu signifikan.

“Pada perkembangan pada 17 setelah pukul 12.00 sampai tanggal 18 ada beberapa penambahan yang cukup signifikan yang kami rincikan,” kata dia.

Yurianto mengatakn kasus tersebut ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia. Misalnya, di wilayah Banten ditemukan 4 kasus positif, di DKI Jakarta 30 kasus positif, Jawa Barat 12 kasus positif.

“Di Provinsi Banten, kami menemukan lagi 4 kasus positif, Jogjakarta 1 lagi kasus positif, DKI Jakarta kami menemukan lagi 30 kasus positif, Jawa Barat kami temukan 12 kasus positif, Jawa Tengah 2 kasus positif, Sumatera Utara 1 kasus positif, Lampung 1 kasus positif, Riau 1 kasus positif dan Kalimantan Timur 1 kasus positif,” kata Yurianto. (Harry/Mona/Maryadi)

Komentar