oleh

Dipecat, Esti Melawan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan secara tetap Esti Nur Fathonah sebagai komisioner KPU Lampung. Pemberhentian dilakukan lantaran Esti terbukti bersalah melanggar kode etik terkait dugaan suap dalam rekrutmen komisioner KPU kabupaten/kota. Namun, Esti membantah bersalah, sebaliknya berupaya melawan dengan menyebut ada keterlibatan pihak lain.

Pemberhentian Esti sebagai Anggota KPU Lampung tersebut dibacakan dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan yang digelar DKPP di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Rabu (12/02/2020) sore. Putusan dibacakan langsung oleh Ketua DKPP Muhammad, yang didampingi para anggotanya.

Dalam putusan DKPP yang dilansir laman resmi DKPP, Ketua DKPP Muhammad menyatakan, Esti Nur Fathonah terbukti melanggar kode etik penyelenggara, karena tidak mengedepankan azas sebagai penyelenggara.

Selain itu, dalam putusan juga disebutkan, KPU-RI diberikan waktu selama 7 hari ke depan untuk menindaklanjuti putusan tersebut. DKPP juga memerintahkan Bawaslu-RI untuk mengawasi KPU dalam menindalanjuti putusan DKPP.

Menanggapi putusan DKPP yang memberhentikannya secara tetap, Esti nur Fathonah langsung bereaksi keras. Lewat pesan singkat di WhatsApp grup KPU, Esti menyatakan tidak bersalah karena tidak ada bukti yang menunjukkan dirinya menerima uang. Sebaliknya, Esti mengaku memiliki bukti keterlibatan sejumlah pihak yang disebutnya merupakan jaringan dalam rekrutmen KPU.

“Kasus yang dituduhkan sebuah skenario yang sengaja disusun untuk menjatuhkan saya,” paparnya.

Bahkan ia menegaskan, sejumlah pihak yang disebutnya terlibat dalam proses rekrutmen KPU ada di dalam WA grup KPU.

Sayangnya Ketua KPU Lampung Erwan Bustami belum bisa diminta klarifikasi terkait tudingan keterlibatan orang dalam KPU dalam kasus tersebut. (Ramona/Maryadi)

Komentar