oleh

Wakil Walikota Metro Pimpin Musrenbang Kelurahan Mulyojati

Harianpiar.com, Metro – Wakil Walikota Metro Djohan meminta jangan sampai ada usulan setelah ketuk palu, sehingga bisa merubah anggaran.

“Saya tidak mau itu terjadi,”ujarnya saat memimpin Musrenbang di Kelurahan Mulyojati, Metro Barat, Selasa (21/01/2020).

Wakil mengingatkan agar jangan takut mengunakan anggaran, untuk mengusulkan aspirasi pembangunan. “Yang penting bisa dipertangungjawabkan, jangan disimpangkan,”tandasnya dihadapan seluruh RW dan RT serta LPM se-Mulyojati, Metro Barat.

Djohan juga meminta agar Asisten II Yerri Ehwan sebagai bagian Baperjakat untuk mengusulkan pegawai di Kelurahan yang mumpuni. “Jangan sampai seorang Kasi di Kelurahan tidak mengerti komputer, sehingga tidak bisa mengelolah kuangan, apalagi untuk memhami Musrenbang,”ucapnya.

Diakuinya, memang anggarannya terbatas, namun bisa nantinya diusulkan kembali pada perubahan atau tahun mendatang, jika belum terakomodir.

Djohan juga meminta dinas teknis untuk mengawal usulan aspirasi masyarakat supaya bisa mengestimasi anggarannya, baik berupa fisik, ekonomi maupun sosial. “Saya minta dinas teknis turun ke lapangan agar bisa menghitung kepastian anggaran untuk usulannya, dan bisa melihat langsung usulannya,”tambahnya.

Konteks lainnya, Wakil Walikota juga mempertanyakan pungutan PBB 2019, yang hanya terealisasikan 68 %. “Gimana dengan sisanya 32% apakah masyarakat tidak mau membayarnya, itu kenapa?”ujarnya.

Hadir pada Musrenbang Kelurahan Mulyojati, diantaranya, Kadis PU Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Edwin Soni,  Kadis Pendidikan Ria Andari beserta Asisten II Yerri Ehwan dan anggota DPRD dapil Metro Barat Wahid. (Zuli)

Komentar