oleh

Proyek Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Jebol, Tanggul 83 Miliar Diduga Bermasalah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Jebolnya tanggul senilai Rp83 Miliar yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) tahun 2018 diduga akibat pengerjaan proyek yang bermasalah. Penegak hukum didesak untuk mengusut masalah itu hingga tuntas.

Proyek Pengendalian Banjir Way Ketibung Way Sulan ini bernilai Rp83.121.858.600,00 dikerjakan PT. Bawangkareng Purnama Wijaya.

Untuk Supervisi Pekerjaan Pengendalian Banjir Way Ketibung Way Sulan ini saja menghabiskan anggaran Rp1,9 Miliar yang dikerjakan PT. Alles Klar Prima.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan, jebolnya tanggul itu telah menyengsarakan petani yang lahannya terkena banjir. Padahal, Negara telah menggelontorkan anggaran sangat besar agar banjir itu tidak berdampak terhadap petani.”Kasian petani-petani kita. Padahal bukan sedikit uang Negara yang digunakan untuk merehabilitasi tanggul itu,” ujarnya pada Harian Pilar, belum lama ini.

Menurut Wahrul, dengan anggaran Rp83 Miliar itu seharusnya tanggul itu berkualitas baik dan kuat menahan banjir,”Ini mengapa baru setahun sudah jebol? Penegak hukum harus mengusut masalah ini,” tegas politisi muda Partai Nasdem ini.

Bahkan, Wahrul menduga pengerjaan proyek ini sarat penyimpangan yang mengarah ke dugaan korupsi. “Proses pengerjaanya diduga bermasalah dan korup. Sehingga kualitas dan kekuatannya rendah dan mudah jebol. Akhirnya petani dirugikan,” tandas Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Selatan ini.

Wahrul juga mendesak Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pertanian untuk merespon dan mengganti semua kerugian petani akibat tanggul jebol itu.”Jangan cuma kasih bibit tapi betul-betul diganti semua kerugian para petani di sana,” pungkasnya.

(BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI KAMIS 16 JANUARI 2020). (Tim/Maryadi)

Komentar