oleh

Pusat ‘Sorot’ Konflik Agraria Lampung

Harianpilar.com, Yogyakarta –¬†Pemerintah pusat memberi perhatian khusus terhadap sejumlah daerah yang banyak menyimlan konflik agraria. Lampung termasuk daerah yang disorot karena memiliki konflik agraria.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Surya Tjandra, menuturkan konflik agraria banyak ditemui di sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, Lampung, Riau dan Kalimantan. Kini pihaknya tengah berupaya menyelesaikan konflik itu.

“Daerah-daerah yang konfliknya (agraria) tinggi, ada Sumatera Utara, Lampung, Riau, itu. Terus ada beberapa daerah seperti di Kalimantan yang banyak itu,” kata Tjandra di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, seperti dilansir detik.com, Rabu (04/12/2019).

Tjandra mengatakan, sebenarnya pemerintah telah berupaya menyelesaikan konflik agraria tersebut. Hasilnya beberapa konflik di Riau telah berhasil diselesaikan, namun belum semua konflik agraria yang ada berhasil dicarikan solusi bersama.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengaku memiliki cara untuk menyelesaikan konflik agraria yang masih ada. Caranya dia akan kerap ‘ngantor’ di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah konflik tersebut.

“Yang paling mudah itu kan saya ngantor di situ, seminggu atau dua minggu atau sebulan, lihat saja kebutuhannya berapa. Kan selama ini masalah penyelesaian konflik itu tidak ada yang berani tanggung jawab, itu saja masalahnya,” paparnya.

“Jadi ketika ada saya (dalam penyelesaian konflik agraria), saya berharap bisa ketemu seluruh elemen baik dari Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, Bupati, Gubernur, kita duduk bareng-bareng tuntaskan ini,” lanjutnya.

Dengan cara itu, Tjandra yakin penyelesaian konflik agraria di beberapa tempat tidak akan menimbulkan gesekan di tengah-tengah masyarakat, termasuk gesekan antara warga sipil dengan aparatur negara.

“Jadi jangan sampai langkah kita dalam menyelesaikan konflik agraria lantas menimbulkan dampak negatif buat masyarakat maupun buat aparat… Ini perintah Presiden kok, masa nggak mau nurut,” pungkas dia. (dtc)

Komentar