oleh

Proyek Kementerian PUPR di Tuba, Tubaba dan Mesuji. Konsultan Diduga ‘Kecolong’

Harianpilar.com, Tulangbawang – Konsultan pengawas proyek rehabilitasi dan renovasi Sarana Prasarana Sekolah Kabupaten Mesuji, Tulangbawang, dan Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2019 yang menelan anggaran Rp22,3 Miliar milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diduga kuat kecolongan. Sebab konsultan proyek itu justru baru akan melakukan cek lapangan atas indikasi penggunaan profil rangka baja tidak SNI.

Material yang digunakan dalam renovasi SMP Satap 2 Simpang Pematang.

Seperti diketahui, proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 yang dilaksanakan melalui Derektorat Jendral Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Lampung Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Lampung ini untuk renovasi 15 sekolah yang tersebar di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Mesuji ada tujuh sekolah (SDN 8 Mesuji, SDN 15 Mesuji Timur, SMPN Satap 1 Mesuji Timur, SDN 8 Mesuji Timur, SMPN Satap 2 Simpang Pematang, SDN 9 Mesuji, SDN 23 Mesuji Timur).

Kemudian, Kabupaten Tulangbawang mendapatkan lima sekolah (SDN 1 Gedung Jaya, SDN 1 Sumber Agung, SDN 1 Moris Jaya, SDN 1 Warga Makmur Jaya, SDN 1 Tri Rejo Mulyo). Dan di Kabupaten Tulangbawang Barat tiga sekolah (SDN 1 Gunung Sari, SDN 1 Makarti, SDN 3 Makarti).

Proyek ini dikerjakan oleh PT. Asmi Hidayat, sedangkan untuk konsultan pengawas dilakukan oleh tiga perusahan yaitu PT Global Teknik Multi Desain.Jo .Jo, PT.Kali Maya Ekspresi Konsultan dan CV.Bumi Karyaconsultan. Namun, dalam pelaksanaanya pekerjaan ini diduga kuat tidak sesuai ketentuan. Sebab dari penelusuran terhadap lima sekolah yang ada di Kabupaten Tulangbawang yaitu SDN 1 Gedung Jaya, SDN 1 Sumber Agung, SDN 1 Moris Jaya, SDN 1 Warga Makmur Jaya, SDN 1 Tri Rejo Mulyo, ditemukan profil rangka baja ringan yang digunakan untuk rangka atap gedung tidak bersertifikat (SNI).

Selain rangka baja, ternyata penggunaan material lainnya seperti batu untuk pondasi juga terindikasi tidak sesuai ketentuan. Seperti yang kami temukan di SMPN Satap 2 Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.

Salah satu konsulatn proyek itu, Adit, saat dikonfirmasi menyakini jika rangka baja yang digunakan dalam proyek itu telah bersertifikat SNI. “Rangka Baja yang kami Gunakan tersebut sudah standart SNI mas, dan di rangka baja sudah jelas tertuliskan SNI,” ujar Adit saat dikonfirmasi, Selasa (29/10/2019).

Namun, saat disinggung profil rangka baja merk Sunplus yang dicatumkan merupakan SNI bahan baku pembuatan profil rangka baja, bukan SNI profil rangka bajanya, Adit mengaku tidak mengetahuinya. “Kami tidak tahu, dan kami akan melakukan pengecekan di lapangan terlebih dahulu,” kilahnya.

Adit mengakui untuk penggunaan atap profil rangka baja proyek itu harus bersertifikat SNI sesuai dengan Undang-undang no 2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi dann Permen PUPR No 22 tahun 2018 tentang pedoman teknis pembangunan gedung Negara. Adit belum bisa memastikan tindakan apa yang akan diambil jika rangka baja yang digunakan ternyata benar tidak SNI.”Saya belum bisa jawab saya akan cek kelapangan terlebih dahulu, secepatnya saya akan berikan informasi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek rehabilitasi dan renovasi Sarana Prasarana Sekolah Kabupaten Mesuji, Tulangbawang, dan Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun 2019 yang menelan anggaran Rp22,3 Miliar semakin terkuak. Selain penggunaan profil rangka baja ringan yang disinyalir tidak SNI, ternyata penggunaan material lainnya seperti batu untuk pondasi juga terindikasi tidak sesuai ketentuan.

“Bukan hanya rangka baja, penggunaan material lainnya juga diduga kuat asal-asalan. Dari awal kami sudah melakukan penelusuran, dan ditemukan penggunaan material batu untuk pondasi terindikasi tidak sesuai spesifikasi teknis baik jenis maupun ukurannya. Seperti yang kami temukan di SMPN Satap 2 Simpang Pematang Kabupaten Mesuji,” ujar Ketua Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank), Suadi Romli, pada Harian Pilar, Senin (28/10/2019). (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI RABU 30 OKTOBER 2019).

Komentar