oleh

Dugaan Aliran Dana Dari Mustafa. Nunik Makin Diam, “Makin Terang”

Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung Chusnunia terkesan diam menyikapi pemberitaan masalah dugaan aliran dana dari mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa. Wartawan kesulitan untuk memperoleh tanggapannya. Namun, persoalan itu justru semakin terang, seiring dengan rencana KPK menghadirkannya dalam persidangan.

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) akan menghadirkan Nunik-sapaan akrabnya- karena ada keterangan yang menyebutkan terdapat aliran dana Rp18 Miliar ke oknum PKB. Meski Rp14 Miliar sudah dikembalikan, terdapat Rp4 Miliar yang masih misteri.

Jaksa KPK menyebut saat ini sedang merampungkan persidangan kasus lainnya yang terkait Mustafa. Yakni sidang mantan Ketua DPRD Lampung Tengah Junaidi, sidang kasus Simon dan sidang Budi Alias Awi.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK, Ali Fikri menjelaskan, pada persidangan Junaidi saksi Gunadi Ibrahim mengakui menerima uang sebesar Rp1,5 Miliar tapi telah di kembalikan.”Sekarang sedang merampungkan sidang-sidang untuk terdakwa Junaidi, Simon dan Budi alias Awi. Senin (hari ini) sidang untuk mendengarkan pledoi Simon,” ungkapnya.

Terkait Nunik, menurut Ali Fikri, belum dihadirkan dalam sidang-sidang ini. Namun, Wakil Gubernur Lampung itu akan dihadirkan sebagai saksi pada persidangan untuk tersangka mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. “Ibu Nunik nanti pas sidang Mustafa, baru jadi saksi. Kalau yang sekarang belum,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Chusnunia, belum berhasil dikonfirmasi. Nunik – sapaan akrabnya- batal hadir pada acara sosialisasi peningkatan mutu desain dan kemasan indsutri kecil menengah di Dinas Perindustrian Lampung.

Padahal, sejumlah wartawan tengah menunggu guna mengkonfirmasi kepada Nunik terkait keterangan Mustafa. Sementara, diketahui dari agenda Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mantan Bupati Lampung Timur dijadwalkan hadir.

Berdasarkan pantauan sejumlah wartawan, hingga acara tersebut dimulai, diperoleh informasi dari para pejabat di lokasi kegiatan bahwa Nunik dipastikan batal hadir dalam prosesi open seremonial.

“Bu Wagub bilang ada tamu atau ada kegiatan yang bersamaan. Jadi nggak bisa buka kegiatan hari ini. Tapi pas acara disela-sela pengecekan mesin, beliau (Nunik) mau datang,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian Lampung, Bayana kepada wartawan Harian Pilar.

Tak puas dengan jawaban pejabat itu, wartawan mencoba mengejar Nunik ke kantornya di ruang kerja wakil gubernur. Pasalnya, berdasarkan agenda pemprov Lampung yang diterima wartawan, Nunik dijadwalkan tengah ada kegiatan mendengarkan presentasi dari beberapa OPD pemprov Lampung.

Namun, saat wartawan berada di depan ruang kerja Nunik, seseorang dengan memakai kemeja menghampiri wartawan dan meminta untuk menunghu di bawah. “Dari mana ya? Kalau mau ada yang coba dikonfirmasi, tunggu di bawah dulu aja ya,” kata orang yang diduga sebagai pengawal pribadi (walpri) Nunik.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa menjadi saksi sidang perkara Simon Susilo dan Budi Winarto als Awi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (07/10/2019) lalu. Terungkap ada aliran dana ijon proyek itu ke sejumlah oknum anggota DPRD dan oknum pengurus partai politik, salah satu ke oknum petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam keterangannya, Mustafa membenarkan telah menyerahkan uang sebesar Rp18 Miliar ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung.

Uang tersebut digunakan Mustafa untuk membeli perahu saat pencalonan dirinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018 lalu atas permintaan oknum petinggi PKB Lampung.

Mustafa mengatakan, uang Rp14 Miliar dia peroleh dari pinjaman ayah kandungnya, kerabat dan menggadaikan aset pribadi. Setelah terkumpul uang tersebut lalu diserahkannya kepada dua orang petinggi PKB Lampung pada 2017 lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Sobari Kurniawan, membenarkan keterangan Mustafa itu. “Pada sidang terungkap Mustafa menyerahkan dana Rp18 Miliar ke PKB sebagai mahar. Namun uang tersebut telah dikembalikan sebesar Rp14 Miliar yang merupakan uang pribadi Mustafa, sedangkan Rp4 Miliar yang bersumber dari ijo proyek belum dikembalikan,” ungkap Sobari.

Pada sidang perkara Simon Susilo dan Budi Winarto als Awi, lanjut Sobari, Mustafa juga membenarkan adanya pengumpulan uang sebesar Rp12, 5 Miliar. Dari Simon Rp7,5 Miliar dan dari Awi Rp5 Miliar berdasarkan laporan Kadis Bina Marga Taufik Rahman.

“Mustafa hanya menerima laporannya saja. Sementara uangnya mengalir ke anggota DPRD Lampung Tengah,” ungkapnya.

Menurut Sobari, hasil ijon proyek sekitar Rp52 Miliar akan dibahas secara mendalam pada sidang Mustafa sendiri. “Sidang kemarin itu kan untuk perkara Simon dan Awi. Soal aliran dana Rp52 Miliar dari ijon proyek akan di bahas mendalam di sidang Mustafa nanti. Itu mengalir kemana-mana uangnya, termasuk parpol,” ungkapnya. (Tim/Maryadi)

 

Komentar