oleh

APBD Pesawaran Tahun 2020 Ditarget Naik 16,31 Persen

Harianpilar.com, Pesawaran – Kondisi ekonomi Kabupaten Pesawaran pada tahun 2020 akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dan internal yang melingkupinya.

Hal ini dikatakan Bupati Dendi Ramadhona, ST, pada paripurna penyampaian penjelasan KUA-PPAS tahun anggaran 2020, di gedung DPRD setempat, Rabu (16/10/2019).

Dan selain itu menurut Dendi, ditahun 2020 mendatang diperkirakan perekonomian Kabupaten Pesawaran masih akan dihadapkan pada sejumlah tantangan akibat pengaruh dari dinamika internal maupun lingkungan perekonomian global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk itu, beragam tantangan dimaksud perlu disikapi secara arif dan komprehensif serta dengan langkah-langkah yang lebih nyata. Diantaranya, asumsi makro ekonomi dijadikan dasar upaya Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk mencapai sasaran makro hingga akhir tahun 2020 antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3-5,6 persen, inflasi sebesar 3,0  3,5 persen, PDRB per Kapita sebesar Rp40,00 juta, tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,06 persen, tingkat kemiskinan sebesar 14,58-15,58 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 66,40  70,00,  Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 107, dan Persentase kemantapan jalan sebesar 90 persen.

“Dengan upaya yang sungguh-sungguh serta trend perekonomian daerah yang makin membaik maka target makro tersebut diperkirakan akan dapat dicapai hingga akhir tahun 2020,” ujar Dendi.

Dendi menyampaikan, Kebijakan umum Pendapatan pada tahun 2020 diproyeksikan mencapai Rp1,501 triliun lebih, naik 16,31% dari target APBD tahun anggaran 2019.

Dan kenaikan proyeksi Pendapatan tersebut terjadi dari pos Pendapatan Asli Daerah diproyeksi mencapai 77,409 Milyar lebih, naik 12,87% dari target APBD tahun anggaran 2019, pos Dana Perimbangan diproyeksi mencapai 1,080 Trilyun lebih, naik 16,19% dari target APBD tahun anggaran 2019, serta Pos Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah diproyeksikan mencapai 343,440 Milyar lebih, naik 17,46% dari target APBD tahun anggaran 2019.

Sedangkan mengenai Kebijakan Umum Belanja Daerah tahun 2020 diproyeksikan sebesar 1,656 Trilyun lebih, naik 23,70% dari target APBD tahun anggaran 2019.  Dana tersebut digunakan untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung. Pada belanja tidak langsung diproyeksikan sebesar 848,344 Milyar lebih atau naik 17,11% dari tahun 2019. Sedangkan Belanja Langsung pada tahun 2020 diproyeksikan sebesar 772,101 Milyar lebih, naik sebesar 32,22% dari target APBD tahun 2019.

” Alokasi belanja pada program dan kegiatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan kapasitas fiskal yang kita miliki. Program dan kegiatan disusun dengan semangat efisiensi anggaran serta memperhatikan secara seksama urgensi dan skala prioritas dari program dan kegiatan dimaksud.  Oleh karenanya kita maklumi bersama apabila KUA-PPAS tahun 2020 ini belum mampu menampung seluruh aspirasi kebutuhan anggaran yang diusulkan mengingat dana yang tersedia masih terbatas,” terangnya.  (Fahmi)

Komentar