oleh

Masalah Tender Proyek PUPR Lampung Bertambah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Indikasi adanya permainan dalam tender proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung tahun 2019 semakin kuat. Setelah masalah kelompok kerja (Pokja) yang diduga tidak memiliki sertifikat K3 dan tidak melibatkan ahli K3 dalam evaluasi RKK, kini muncul masalah pengguguran peserta yang diduga dengan alasan yang mengada-ada. Akibatnya, pemenang tender itu perusahaan dengan penawarannya lebih tinggi Rp112.000.000.

Pokja di Badan Layanan Pengadaan Provinsi Lampung yang menangani tender proyek Dinas PUPR Lampung, melalui Berita Acara Hasil Pemilihan Nomor 027/012/BAHP/VI.10/POKJA05/IX/2019 tertanggal 4 Oktober 2019 menggugurkan CV. Tirma Jaya Kontruksi dalam lelang paket pekerjaan peningkatan jalan Ruas SP. Sidomulyo – Belimbing Sari (Link.004) di Kabupaten Lampung Selatan dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp3.799.992.692.55 dengan alasan Jadwal waktu penugasan personil yang disampaikan tidak menggambarkan waktu detail waktu penugasannya (berapa jumlah harinya sesuai BAB.III.IKP.C 17.2 poin b.2). Padahal isi pada BAB.III. IKP. C 17.2 point b.2 tidak menjelaskan waktu penugasan hanya meminta jadwal waktu pengadaan alat, bahan dan personil yang lebih jelasnya berbunyi “b. Dokumen penawaran teknis terdiri atas : 1. Metode pelaksanaan pekerjaan. 2. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, jadwal waktu penyediaan bahan, alat dan tenaga”.

Padahal, perusahaan lain yakni CV. Amar Afifah Perdana yang masih satu grup dengan CV. Tirma Jaya Kontruksi, justru lolos pada paket pekerjaan lainnya, padahal dokumen teknis CV. Amar Afifah Perdana sama dengan CV. Tirma Jaya Kontruksi. Bahkan, paket yang dimenangkan CV. Amar Afifah Perdana juga milik Dinas PUPR Provinsi Lampung dan tahun 2019. (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI HARI SENIN, 14-OKTOBER-2019)

Komentar