oleh

Pemda Gresik Kunjungi Pesawaran

Harianpilar.com, Pesawaran – Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran menerima kunjungan kerja pemerintah daerah Gresik-Jawa Timur.

Kunjungan kerja pemerintah Kabupaten Gresik beserta rombongan yang diwakilkan Wakil Bupati Gresik, Dr. H. Mohammad Qosim, M, Si diterima oleh Sekretaris Daerah Pesawaran Kesuma Dewangsa, bertempat di Aula Pemkab Pesawaran, Selasa (08/10/2019).

Wakil Bupati Gresik, Dr. H. Mohammad  Qosim, M. Si, mengatakan, kunjungan dalam rangka studi banding dalam hal Forum Kerukunan Umat Beragama dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat 2019 (FKUB dan FKDM). Dimana menurutnya,  struktur Kabupaten Pesawaran mempunyai kesamaan dengan Kabupaten Gresik.

“Rombongan yang kita bawa ini terdiri dari umat islam, kristen, katolik, budha dan konghucu serta aliran kepercayaan. Dan mengapa Pesawaran kita pilih, karena Pesawaran hetrogen masyarakatnya. Namun, tingkat ketinggian kerukunan umatnya sangat tinggi,” papar Wakil Bupati Gresik, di aula Pemkab Pesawaran, Selasa (08/10/2019).

Pada sisi lain, katanya, Pesawaran memiliki prestasi yang cukup bagus, dimisalkan tingkat kepatuhan mendapat penghargaan dari ombudsman RI. Kemudian prakarti utama dibidang kesejahteraan Pesawaran mendapat juara nasional, dan belum lagi prestasi dibidang pedesaan dan lainnya.

“Maka kami lakukan study banding agar Indonesia ini semakin rukun tidak seperti peristiwa yang terjadi di Wamena Papua, Aceh dan tragedi Sampit. Seolah kita ini terdiiri dari satu etnis saja padahal Indonesia adalah bhinneka tunggal ika. Dan inilah adalah tugas FKUB kedepannya,” ujar Mohammad Qosim.

Terkait kunjungan kerja Pemda Gresik-Jawa Timur, sekdakab Pesawaran, Kesuma Dewangsa menyambut baik atas kunjungan kerja FKUB dan FKDM pemda Gresik.

“Semoga kunjungan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk dengan beragam agama. Oleh karena itu, kerukunan antar umat beragama harus dibina secara baik dan terus menerus,” kata Kesuma Dewangsa.

Namun demikian, diakui Kesuma, kerukunan yang diinginkan tidak bisa terwujud apabila kesejahteraan ekonomi, pendidikan, kesehatan masyarakat serta lingkungan hidup yang sehat tidak mendukung. Sebab semua aspek kehidupan tersebut saling menopang satu sama lain. Masyarakat di tingkat grassroot (akar rumput) merupakan real basis (basis nyata).

“Maka melalui tokoh agama perlu menciptakan kerukunan beragama secara terus menerus, mewujdkan dan mengembangkan kerukunan yang harmonis, dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan, tidak hanya menyangkut pemahaman agama yang benar, tetapi juga pendidikan yang memadai, kesejahteraan ekonomi yang cukup. Aspek penguatan kerukunan itu adalah tanggungjawab kita semua,” tegasnya. (Fahmi)

Komentar