oleh

Agung Diciduk KPK Proyek PU Lampura Bermasalah Sejak Lama

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dalam operasi tangkap tangan (OTT), Minggu (06/10/2019). Agung diamankan dan ditetapkan menjadi tersangka bersama bersama enam orang lainnya. Agung yang merupakan putra dari Anggota DPR RI Taman Nuri ini diduga menerima suap salah satunya terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara diketahui Agung diduga menerima suap terkait proyek Dinas PUPR dan Koperindag.”Setelah melakukan pemeriksaan, gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait dengan proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara,” katanya saat menggelar konferesi pers, Senin (07/10/2019).

Bahkan, Basaria menyebut SYH saat akan menjabat Kepala Dinas PUPR Lampura diawal Agung menjadi bupati, diminta syarat setoran proyek.”Sebelumnya sejak 2014, sebelum Syahbuddin menjadi Kadis PUPR Lampung Utara, AIM yang baru menjabat sebagai Bupati memberi syarat jika SYH ingin menjadi Kadis PUPR maka harus menyiapkan setoran fee sebesar 20-25% dari proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR,” terangnya.

Apa yang disampaikan KPK ini sejalan dengan kondisi pelaksanaan proyek di Dinas PUPR Lampura. Harian Pilar, sejak 13 Juli tahun 2016 sudah menyampaikan indikasi penyimpangan proyek Dinas PU Lampura. Tender proyek-proyek milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara (Lampura) diduga kuat dikondisikan.

Berdasarkan penelusuran dan dokumen yang diperoleh Harian Pilar, tender proyek PU Lampura tahun 2016 dikondisikan. Hal itu disinyalir telah mengakangi Perpres No 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa serta Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Kecurigaan itu memiliki landasan yang kuat yakni nilai penawaran peserta mayoritas mendekati Harga Perkiraan Sendiri (HPS), terdapat kesamaan nilai penawaran dari perusahaan berbeda di paket yang sama, parahnya terdapat rekanan yang bisa memenangkan tender tujuh paket sekaligus dengan nilai penawaran sangat mendekati HPS dan peserta tender mayoritas sama.

Seperti CV.Abung Nunyai Jaya mampu memenangkan tender tujuh proyek sekaligus dengan nilai penawaran sangat mendekati HPS bahkan selurun penawaran peserta secara keseluruhan kurang dari satu persen, dan peserta tender mayoritas sama. Ketujuh paket proyek tahun 2015 itu adalah Proyek Lanjutan Pembangunan Pusiban dengan HPS Rp1 Miliar dimenangkan CV.Abung Nunyai Jaya dengan penawaran Rp997.152.000 atau hanya turun Rp2,8 juta (0,2 persen) dari HPS. Proyek Pembangunan Jembatan Way Kulur (Subik – Gunung Sadar) dengan HPS Rp1.220.000.000 dimenangkan CV.Abung Nunyai Jaya dengan nilai penawaran Rp1.217.192.000 atau hanya turun Rp2,8 juta (0,2 persen) dari HPS.

Kemudian, Proyek Pembangunan Jembatan Way Timba LK IX Bukit Kemuning dengan HPS Rp210.000.000 dimenangkan oleh CV.Abung Nunyai Jaya dengan penawaran Rp209.727.000 atau hanya turun Rp273 Ribu (0,13 persen) dari HPS. Proyek Rehab Taman Santap dengan HPS Rp 300.000.000 dimenangkan oleh CV.Abung Nunyai Jaya dengan Harga Penawaran Rp297.971.000 atau hanya turun Rp2 juta (0,6 persen) dari HPS. Proyek Rehabilitas Perkantoran dan Aula Kecamatan Bukit Kemuning dengan HPS Rp600.000.000 dimenangkan oleh CV.Abung Nunyai Jaya dengan penawaran Rp597.071.000 atau hanya turun Rp2,9 juta (0,4 persen) dari HPS. Proyek Rehabilitasi Perkantoran Kecamatan Abung Timur dengan HPS Rp 600.000.000 dimenangkan oleh CV.Abung Nunyai Jaya dengan penawaran Rp597.800.000 atau hanya turun Rp2,2 juta (0,3 persen) dari HPS. Proyek Rehabilitasi Periodik Jalan Candimas – Kota Agung / Sp. Tulung Singkip dengan HPS Rp 641.280.000 dimenangkan CV.Abung Nunyai Jaya dengan penawaran Rp637.908.000 atau hanya turun Rp3,3 juta (0,5 persen) dari HPS. Peserta tender proyek-proyek ini juga mayoritas sama yakni CV. Abung Nunyai Jaya, CV.Ridho Karya Utama, CV. Ayu Nata Buana, CV.Lampung Bersatu, dan lainnya.

Begitu juga CV.Putra Bungsu, mampu memenangkan tender lima paket proyek sekaligus dengan penawaran kurang dari satu persen penurunnya dari HPS, nilai penawaran seluruh peserta sangat mendekati HPS, dan peserta tender mayoritas sama. Kelima paket proyek itu adalah hanya turun Rp690 Ribu (0,09 persen) dari HPS. Proyek Pembangunan Jalan Dusun 7 – 5 Alam Jaya (Onderlagh) dengan HPS Rp978.520.000 dimenangkan CV.Putra Bungsu dengan Penawaran Rp971.448.000 atau hanya turun Rp7 Juta (0,7 persen) dari HPS.

Selanjutnya, proyek Pembangunan Jalan Hotmix Simpang Batu Nangkop – Batu Nangkop (Lanjutan) dengan HPS Rp1.968.559.000 dimenangkan oleh CV.Putra Bungsu dengan Penawaran Rp1.967.569.000 atau hanya turun Rp990 Ribu (0,05 persen) dari HPS. Proyek pembangunan Jembatan Way Abung (Kotabumi Udik-Bedeng I) Jembatan Gantung dengan HPS Rp 646.260.000 dimenangkan CV.Putra Bungsu dengan Penawaran Rp645.600.000 atau hanya turun Rp660 Ribu (0,10 persen) dari HPS. Proyek Rehabilitasi Periodik Jalan Ketapang – Gunung Betuah dengan HPS Rp1.775.767.000 dimenangkan CV.Putra Bungsu dengan Penawaran Rp1.775.368.000 atau hanya turun Rp399 Ribu (0,02 persen) dari HPS.

Indikasi tender ‘kurung’ proyek-proyek PU Lampura tahun 2015 diperkuat oleh PT.Nusa Sriwijaya Utara yang bisa memenangkan tender tiga paket proyek bernilai miliaran dengan penawaran paling tinggi hanya 0,05 persen penurunnya dari HPS, bahkan terdapat nilai penawaran sama dari rekanan berbeda di paket yang sama.

Yakni proyek Pembangunan Jembatan Way Tulung Buluh (Psr. Kota Negara – Kota Negara) dengan HPS Rp 1.951.319.000 dimenangkan PT. Nusa Sriwijaya Mas dengan penawaran Rp1.950.263.000 atau hanya turun Rp1 juta (0,05 persen) dari HPS. Proyek Rehabilitasi Periodik Jalan Negara Bumi – Melungun Ratu (Hotmix) dengan HPS Rp 2.069.158.000 dimenangkan PT. Nusa Sriwijaya Mas dengan Penawaran Rp 2.068.375.000 atau hanya turun Rp783 Ribu (0,03 persen) dari HPS.

Bahkan, pada tender Proyek Rehabilitasi Periodik Jalan Pulau Panggung – Suka Marga (Hotmix) dengan HPS Rp 3.350.460.000 yang dimenangkan oleh PT. Nusa Sriwijaya Mas dengan penawaran Rp3.348.959.000 atau hanya turun Rp1,5 juta (0,04 persen) dari HPS, terdapat nilai penawaran sama persis dari peserta tender.Pada proyek ini terdapat tiga perusahaan yang memasukkan penawaran yakni PT. Nusa Sriwijaya Mas dengan penawaran Rp 3.348.959.000, kemudian CV.Trisman Jaya dan CV.Putra Bungsu yang nilai penawaran sama-sama Rp3.349.336.000.

Saat itu, Kepala Dinas PU Lampura memang sudah dijabat oleh Syahbudin, yang turut diamankan oleh KPK saat melakukan OTT. (Tim/Maryadi)

Komentar