oleh

Proyek PUPR Lampung ‘Diduga Dikerjakan’ Oknum Pejabat

Harianpilar.com, Bandarlampung – Satu-persatu persoalan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung yang dilaksanakan melalui UPTD Wilayah I terkuak. Selain terindikasi menyalahi Peraturan LKPP dan kualitasnya yang buruk, ternyata ada dugaan proyek-proyek ini dikerjakan sendiri oleh oknum pejabat di dinas tersebut.

Dugaan proyek ini dikerjakan sendiri oleh oknum pejabat itu, menambah panjang daftar masalahnya. Sebab, tujuh paket proyek di UPTD Wilatah I itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)-nya dijabat satu orang. Sehingga terindikasi menyalahi Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Perlem LKPP) Nomor 15 Tahun 2018 tentang pelaku pengadana barang dan jasa, pasal 6 ayat 3 sangat jelas menyebutkan PPK dilarang dirangkap. Baik oleh Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) atau Bendahara, Pejabat Pengadaan atau Pokja Pemilihan untuk paket Pengadaan Barang/Jasa yang sama, atau PjPHP/PPHP untuk paket Pengadaan Barang/Jasa yang sama.

Selain itu, dari penelurusan Harian Pilar, pada ruas jalan Lempasing – Padang Cermin (Link-042), kemudian ruas Padang Cermin – SP. Teluk Kiluan (Link – 043), dan Ruas Sukamara – Kuripan (Link- 036) sebagian besar jalan mengalami kerusakan parah. Sudah banyak lubang-lubang besar, material bertaburan, aspal mengelupas, hingga badan jalan amblas.

“Dikerjain sendiri. Ada yang bantuin, tapi dibawah komando dia (oknum pejabat),” ujar sumber Harian Pilar di Dinas PUPR saat dihubungi melalui WhatsApp dan meminta namanya tidak disebutkan, Rabu (02/10/2019).

Menurutnya, pengerjaan tujuh paket proyek itu juga jorok.”Pekerjaanya juga jorok gitu,” ujarnya.

Sementara, PPK yang merangkap PPTK kegiatan di UPTD Wilayah I, Haryadi Yazid, berulang kali dikonfirmasi tidak menjawab meski ponselnya dalam keadaan aktif. Begitu juga saat di konfirmasi melalui pesan singkat ke ponselnya juga tidak dibalas. Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung Mulyadi Irsan juga tidak menjawab pertanyaan wartawan yang dikirimkan via WhatsApp. Meskipun, terpantau aktif.

Bahkan, ketika wartawan media ini mendatangi kantornya yang berada di Jalan ZA Pagar Alam juga tak menemui Mulyadi Irsan. Wartawan media ini hanya bertemu Satpol PP yang menyampaikan bahwa Mulyadi Irsan tidak berada ditempat dari pagi hari. “Bapak nggak ada dari pagi. Kayaknya ada kegiatan di pemprov dari pagi. Habis itu kayaknya ada acara sama Pak Gubernur bahas persiapan penyambutan kedatangan Pak Jokowi,” terang Satpol PP ini. (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI HARI KAMIS, 03-OKTOBER-2019)

Komentar