oleh

Masalah Pembakaran dan CSR. HGU SGC Diduga ‘Cacat’

Harianpilar.com, Bandarlampung – Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sweet Indo Lampung diduga kuat telah ‘cacat’. Sebab, anak perusahaan PT. Sugar Group Company (SGC) itu telah melakukan pratik pembakaran di perkebunan tebu itu, dan sudah empat tahun tidak menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warga sekitar. Padahal, dua hal itu menjadi syarat penerbitan SK perpanjangan HGU.

Dari dokumen yang diperoleh Harian Pilar, terdapat SK Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 87/HGU/KEM-ATR/BPN/2017 tentang Perpanjangan Hak Guna Usaha PT. Sweet Indo Lampung, diktum ke 2 huruf (i) disebutkan penerima perpanjangan HGU dilarang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar.

Kemudian, pada diktum 2 huruf (a) berbunyi penerima HGU wajib tetap melaksanakan tanggungjawab sosial dan lingkungan (CSR) sebagaimana surat pernyataan PT. Sweet Indo Lampung tertanggal 29 Juni 2016 sesuai dengan ketentuan surat edaran Kepala Badan Pertanahan nasional RI Nomor 5/SE/VI/2014.

Dan dalam diktum ke 5 (lima) SK Perpanjangan HGU PT.SIL itu disebutkan, perpanjangan Hak Guna Usaha sebagaimana dimaksud Diktum ke 1 dapat dibatalkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, apa bila penerima perpanjangan HGU tidak memenuhi salah satu syarat atau ketentuan sebagaimana dimaksud dalam diktum KE 2 dan diktum ke 3 SK Perpanjangan HGU ini.

Sementara, pihak PT.SGC hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Harian Pilar pernah mengirimkan surat konfirmasi resmi terkait berbagai persoalan ini, namun tidak mendapat jawaban. (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI HARI RABU, 18-SEPTEMBER-2019)

Komentar