oleh

Debu Pembakaran Tebu SGC Berpotensi ‘Kejahatan Kemanusiaan’

Harianpilar.com, Bandarlampung – Praktik pembakaran tebu oleh PT. Sweat Indo Lampung (SIL) termasuk corporate crime (kejahatan perusahaan) yang bisa berdampak pada kejahatan kemanusiaan. Sebab, pembkaran oleh anak perusahaan Sugar Grup Campany (SGC) itu memiliki dampak luas dan diduga menyalahi pedoman perizinan usaha perkebunan.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), DR. Yusdianto Alam, mengatakan, Undang-undang pengadilan hak azazi manusia (HAM) pasal 9 menyebutkan kejahatan manusia adalah perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistemik yang ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. “Adanya pembakaran tebu, artinya perusahaan tersebut melanggar pedoman izin usaha perkebunan sebagaimana yang termuat dalam peraturan menteri pertanian No 98/Permentan/OT.140/9/2013,” ujar Yusdianto pada Harian Pilar, Senin (16/09/2019).

Menurutnya, sudah selayaknya pemerintah mencabut izin usaha perkebunan SGC itu, karena sudah tidak lagi memenuhi syarat kewajiban sebagai perusahaan perkebunan.”Maka sudah selayaknya Gubernur dan bupati mencabut izin perkebunan tebu yang melakukan cara pembakaran. Karena berdampak pada rusaknya lingkungan dan kesehatan,” pungkasnya.

Sementara, pihak PT.SGC hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Harian Pilar pernah mengirimkan surat konfirmasi resmi terkait berbagai persoalan ini, namun tidak mendapat jawaban.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan pembakaran lahan tebu milik PT. Sugar Group Company (SGC) sudah pada tahap meresahkan warga. Sebab abu dari pembakaran itu masuk ke dalam rumah, sumur hingga pemukiman warga. Hal itu dikhawatirkan memicu pencemaran lingkungan dan mengganggu kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainynya.

Ketua Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (Simpul) Lampung, Rosim Nyerupa, mengatakan, persoalan – persoalan yang ada di PT. SGC sudah sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Salah satunya kegiatan pembakaran lahan tebu yang memunculkan asap berbahaya beracun, baik jumlah maupun sifat konsentrasinya dapat mencemarkan dan merusak lingkungan hidup warga sekitar. (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI HARI SELASA, 17-SEPTEMBER-2019)

Komentar